Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Bangsa Barat yang Datang Ke Indonesia (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris)

Halo, pada kesempatan ini admin akan memberikan materi sejarah yaitu tentang Bangsa Barat yang Datang Ke Indonesia. Bangsa-bangsa tersebut diantaranya adalah bangsa Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris. Dibawah ini juga akan admin jelaskan apa saja yang dilakukan dan apa saja alasan kenapa bangsa barat tersebut datang ke ke Indonesia. Lalu juga dijelaskan bagaimana bangsa-bangsa tersebut bisa sampai ke Indonesia.
Bangsa Barat yang Datang Ke Indonesia (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris)

Bangsa Portugis 

Portugis adalah bangsa Barat yang pertama datang mencari rempah-rempah di Nusantara. Pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartholomeus Diaz mengadakan perjalanan ke dunia Timur untuk mencari pusat rempah-rempah. Namun, pelayaran tersebut hanya sampai di ujung Afrika Selatan (tahun 1496) dikarenakan besarnya gelombang Samudra Hindia (Samudra Indonesia), sehingga kapal-kapal yang dibawa oleh Bartholomeus Diaz diberi nama Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope atau Tanjung Harapan sekarang).
kedatangan bangsa portugis ke indonesia

Di bawah pimpinan Vasco da Gama, Portugis berhasil mendarat di Kalkuta (India). Pada tahun 1498, mereka mengincar Malaka yang merupakan bandar Internasional dan pusat perdagangan rempah-rempah. Armada Portugis di bawah pimpinan Alfonso D’Albuquerque berhasil merebut Malaka pada tahun 1511. Pada waktu itu, Karajaan Malaka diperintah oleh Sultan Mahmud Syah (1488-1511). Dengan dikuasainya Malaka, maka portugis memperoleh dua keuntungan yaitu sebagai berikut.

  1. Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting di Asia, termasuk perdagangan rempah-rempah.
  2. Malaka dapat dijadikan batu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Oleh karena itu, kemudian Portugis membangun basis militer yang kuat di Malaka.

Alfonso D’Albuquerque ingin mendapatkan sendiri pusat rempah-rempah yang ada di Kepulauan Maluku, dan pada tahun 1512 bangsa Portugis tiba di Ternate (Maluku). Ketika bangsa Portugis tiba di Ternate, Kerajaan Ternate sedang bertikai dengan Kerajaan Tidore. Kedatangan Portugis di Ternate disambut baik oleh raja Ternate dengan tujuan agar bangsa Portugis dapat dijadikan sekutu dalam menghadapi Kerajaan Tidore yang dibantu Spanyol. Oleh karena itu, di samping perang antara Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore juga merupakan perang antara bangsa kulit putih yaitu antara Spanyol dan Portugis.

Untuk menyelesaikan pertikaian bangsa kulit putih tersebut, Paus turun tangan dengan melakukan Perjanjian Saragosa (zaragoza) pada tahun 1529. Adapun isi Perjanjian Saragosa sebagai berikut.

  1. Spanyol harus meninggalkan Maluku dan melakukan perdagangan di Filipina.
  2. Portugis tetap melakukan perdagangan di kepulauan Maluku.

Pada awal Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia, rakyat Indonesia memang tidak menentangnya. Akan tetapi setelah melihat sepak terjangnya di Indonesia yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia, maka bangsa Indonesia berusaha menentangnya.

Portugis berada di Indonesia dari tahun 1511 sampai 1641. Pengaruh Portugis yang ditinggalkan di Indonesia terlihat dalam bidang kebudayaan. Pengaruh tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Berdirinya benteng-benteng Portugis.
  2. Berkembangnya agama Kristen dan Katolik di Maluku yang disebarkan oleh Fransiscus Xaverius.
  3. Berkembangnya musik keroncong yang berasal dari Portugis.
  4. Adanya nama-nama orang Indonesia yang menggunakan nama Portugis.


Bangsa Spanyol

Berdasarkan pengetahuan bahwa dunia itu bulat, maka Christophorus Columbus mengajukan permohonan bantuan kepada raja Spanyol untuk berlayar memcari sumber rempah-rempah ke dunia Timur. Permintaan itu dipenuhi dengan memberikan tiga kapal yang bernama Pinta, Nina, dan Maria beserta 88 orang pelaut. Ketika Columbus tiba di Kepulauan Bahama, Columbus merasa dirinya telah sampai di Kepulauan Hindia yang merupakan sumber rempah-rempah.
kedatangan bangsa spanyol ke indonesia

Penjelajahan bangsa Spanyol kemudian dilanjutkan oleh Ferdinand Magelhaens. Dari pelayaran yang dilakukan oleh Columbus itulah, Magelhaens berpendapat bahwa Hindia Timur dapat dicapai dari arah barat melalui ujung selatan Benua Amerika. Magelhaens berlayar ke arah barat kemudian menyusuri pantai selatan Benua Amerika dan Samudra Pasifik. Pada tahun 1520, rombongan Magelhaens tiba di Kepulauan Filipina, kemudian mendirikan tugu peringatan dan menyatakan bahwa daerah itu sebagai daerah milik raja Spanyol.

Ketika Magelhaens berada di Filipina, di Filipina sedang terjadi perang antarkerajaan. Dalam peperangan tersebut Magelhaens membantu salah satu kerajaan dan meninggal. Rombongan Magelhaens selanjutnya dipimpin oleh kapten kapalnya yang bernama Sebastian de Elcano. Kemudian, Sebastian de Elcano memimpin rombongan dan melanjutkan pelayarannya ke arah selatan. Pada tahun 1521 rombongan sampai di Kepulauan Maluku. Ternyata di Maluku telah berkuasa bangsa Portugis yang telah tiba sejak tahun 1521.

Bangsa Belanda

kedatangan bangsa belanda ke indonesia
Tahukah Anda apa yang melatarbelakangi kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia? Kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia dilatarbelakangi oleh hal-hal berikut.

1)  Meletusnya Perang Delapan Puluh Tahun antara Belanda dan Spanyol (tahun 1568-1648). Perang antara Belanda dan Spanyol ini pada awalnya bersifat agama. Kemudian perang berkembang menjadi perang ekonomi dan politik. Raja Philip II dari Spanyol memerintahkan kota Lisabon tertutup bagi kapal Belanda pada tahun 1585. Portugis menaati perintah tersebut sebab Portugis telah diduduki Spanyol.
2)  Adanya petunjuk jalan ke Indonesia dari Jan Huygen van Linscoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada Portugis dan pernah sampai ke Indonesia.
Pada tahun 1596, Belanda datang ke Indonesia dan mendarat di Pelabuhan Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer dengan empat buah kapal. Kemudian pada tanggal 28 November 1598, bangsa Belanda tiba di Banten dengan membawa delapan buah kapal dipimpin oleh Jacob van Neck dan Warwijk.

Bangsa Inggris

kedatangan bangsa inggris ke indonesia
Sejak abad ke-17 M pada pedagang Inggris sudah berdagang sampai ke daerah India. Para pedagang Inggris di India Timur mendirikan kongsi dagang yaitu East India Company (EIC) pada tahun 1600. Daerah operasi EIC di India pusatnya di Kalkuta (India). Dari kota inilah kemudian Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara. Para pedagang Inggris ini pada abad ke-18 M sudah banyak berdagang di Indonesia dan menjadi saingan VOC (Belanda). Bahkan sejak Belanda menjadi sekutu Prancis, Inggris selalu mengancam kedudukan Belanda di Indonesia. Di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Lord Minto (berkedudukan di Kalkuta) dibentuk ekspedisi Inggris untuk merebut daerah-daerah kekuasaan Belanda di indonesia.

Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudera

Halo sobat, kali ini admin akan memberikan kalian materi sejarah tentang Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudera mulai dari kisah perjalanan Marcopolo, jatuhnya Kota Konstatinopel, adanya semangat penaklukan, berkembangnya teknik pelayaran dan penemuan kompas, hingga penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo Galilei. Faktor-faktor pendorong bangsa barat untuk menjelajahi samudera ini biasanya akan kalian pelajari di kelas X SMA.
Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudea

Penjelajahan samudera yang dilakukan bangsa-bangsa Barat menjangkau wilayah yang jauh seperti Amerika, Afrika, dan Asia. Pelopor bangsa-bangsa Eropa dalam melakukan penjelajahan samudera adalah bangsa Spanyol dan Portugis yang kemudian diikuti oleh Belanda, Inggris, serta Prancis.
Faktor-faktor yang mendorong bangsa-bangsa Barat menjelajahi samudera menuju belahan dunia Timur adalah sebagai berikut.

Kisah Perjalanan Marcopolo (1254-1324)

Marcopolo adalah seorang pendorong dari Venesia, Italia yang melakukan perjalanan ke China. Kisah perjalanannya dituanglan dalam buku berjudul Book of Various Experiences yang mengisahkan tentang keajaiban dunia atau imago mundi.

Jatuhnya Kota Konstantinopel Tahun 1453

Kota Konstatinopel merupakan ibu kota Romawi Timur. Jatuhnya kota tersebut ke tangan Kesultanan Turki pada tahun 1453 menyebabkan terputusnya hubungan dagang ke dunia Timur. Akibatnya, bangsa Barat berusaha mencari jalan sendiri ke pusat rempah-rempah.

Adanya Semangat Penaklukan (Reconquesta)

Semangat reconquesta dilakukan terhadap orang-orang yang beragama Islam serta membuat daerah-daerah kekuasaan yang dimiliki kerajaan-kerajaan Islam tersebut. Semangat penaklukan ini di antaranya dilakukan oleh Spanyol (Ratu Isabella) yang membiayai penjelajahan samudera yang dilakukan Columbus pada tahun 1492 untuk mencari jalan ke Barat.

Berkembangnya Teknik Pelayaran dan Penemuan Kompas

Kompas berfungsi untuk menentukan arah dan posisi laut. Mereka menciptakan kapal yang lebih mudah dan lebih cepat digerakkan dengan memperbaiki konstruksi kapal serta memadukan layar yang berbentuk segitiga dengan tali-temali persegi.

Penemuan Copernicus yang Didukung oleh Galileo Galilei

Penemuannya menyatakan bahwa bumi ini bulat. Pendapat ini memperkuat keberanian para pelaut karena orang yang berlayar ke dunia Timur tidak akan tersesat. Pelayaran ke timur yang dilakukan nantinya akan sampai ke tempat semula.

Lahirnya Pemerintahan Orde Baru

Orde baru adalah suatu tatanan seluruh peri kehidupan rakyat, bangsa, dan negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Lahirnya Orde Baru diawali dengan dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Orde Lama. Pemerintahan Orde Baru dipimpin oleh Presiden Soeharto sejak tahun 1967 sampai tahun 1998.
Lahirnya Pemerintahan Orde Baru

Latar Belakang Lahirnya Pemerintahan Orde Baru
Usaha untuk penumpasan terhadap PKI dilakukan oleh banyak pihak. Selain pemerintah, masyarakat juga ikut menumpas PKI. Kesatuan aksi yang muncul untuk menentang G-30-S/PKI diantara nya adalah Kesatuan Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), dan Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI).

Kesatuan-kesatuan aksi yang bergabung dalam front pancasila tersebut lebih dikenal dengan sebutan angkatan '66. Mereka mengadakan demonstrasi di jalan-jalan. Aksi demontrasi Angkatan '66 tersebut terjadi kemudian diarahkan ke Gedung Sekretariat Negara. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 8 Januari 1966 dengan agenda utamanya menuntut perbaikan terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.

Pada tanggal 12 Januari 1966 berbagai kesatuan aksi yang bergabung dalam Front Pancasila berkumpul di halaman Gedung DPR GR untuk mengajukan trituntutan rakyat (tritura). Isu tritura yaitu pembubaran PKI beserta organisasi massanya, pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur PKI, dan penurunan harga-harga barang.

Baca selengkapnya tentang: Latar belakang lahirnya pemerintahan orde baru

Pembentukan Kabinet Ampera
Sebagai pengemban Supersemar, Letjen Soeharto segera mengambil tindakan untuk menata kembali kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Tindakan Letjen Soeharto antara lain sebagai berikut.

  1. Pada tanggal 12 Maret 1966 dikeluarkan surat keputusan yang berisi pembubaran dan larangan PKI beserta dengan ormas-ormasnya. Keputusan tersebut diperkuat dengan Keputusan Presiden/Pangti ABRI/Mandarataris MPRS Nomor 1/3/1966 tanggal 12 Maret 1966.
  2. Pada tanggal 18 Maret 1966 Letjen Soeharto mengamankan lima belas orang menteri yang dinilai tersangkut dalam G-30-S/PKI dan diragukan etika baiknya, hal tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 5 tanggal 18 Maret 1966.
  3. Pada tanggal 27 Maret 1966 Letjen Soeharto membentuk Kabinet Dwikora yang disempurnakan untuk menjalankan pemerintahan dengan tokoh-tokoh yang tidak terlibat dalam G-30-S/PKI.
  4. Membersihkan lembaga legislatif yang dimulai dari tokoh-tokoh pimpinan MPRS dan DPR GR yang diduga terlibat G-30-S/PKI.
  5. Memisahkan jabatan pimpinan DPR GR dengan jabatan eksekutif sehingga DPR GR tidak lagi diberi kedudukan sebagai menteri. MPRS dibersihkan dari unsur-unsur G-30-S/PKI dan sesuai dengan UUD 1945, MPRS mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada lembaga kepresidenan.

Sejarah Penemuan Paling Berpengaruh di Dunia (Listrik, Komputer, Internet, dan Kunci)

Portal-Ilmu.com 16:36:00
Oke pada kesempatan ini admin akan memberikan info sejarah penemuan paling berpengaruh di dunia. Disini admin akan memberikan 4 sejarah penemuan yang sudah ditemukan oleh para ahli dan merupakan hal yang sangat dan paling berpengaruh bagi kehidupan dunia ini. Sejarah penemuan penting dan berpengaruh tersebut adalah listrik, komputer, internet, dan kunci.

Sebuah peradaban yang maju sering diidentikkan dengan perkembangan teknologi yang mengiringinya. Semakin maju suatu teknologi yang digunakan, artinya peradaban tersebut pun juga semakin canggih. Menariknya, sifat manusia yang dinamis terus mendorong berbagai penemuan -penemuan baru yang semakin canggih saja.
Sejarah Penemuan Paling Berpengaruh di Dunia (Listrik, Komputer, Internet, dan Kunci)

Manusia memang diciptakan dengan kelebihan tersendiri, yakni dengan bekal cipta, rasa dan karsa. Dengan bekal ini pulalah, teknologi dalam peradaban manusia dapat semakin maju dan berkembang. Penemuan -penemuan baru yang bermanfaat pun terus ditemukan oleh para manusia.

Mulai dari sekedar penemuan kecil, hingga penemuan besar yang mampu mengubah wajah dunia. Ya! Di antara penemuan-penemuan yang telah berhasil ditemukan oleh para pemikir dunia ini, ada penemuan yang terbilang hebat dan spektakuler, yang mampu mempengaruhi peradaban dunia selanjutnya.

1. Penemuan LISTRIK, Transformasi Energi Era Modern

Siapa yang tak setuju kalau listrik adalah salah satu penemuan paling berpengaruh di dunia. Kehadiran listrik seolah menjadi titik tumpu bagi perkembangan berbagai penemuan lain. Lihat saja berbagai teknologi yang ada saat ini, hampir semuanya membutuhkan listrik. Listrik seolah menjadi simbol paling penting dalam menghidupkan kehidupan manusia era modern.

Listrik secara harfiah diartikan sebagai kondisi partikel sub-atomik tertentu, seperti proton dan elektron, yang memicu terjadinya penarikan dan penolakan gaya di antara sub-atomik tersebut. Dari proses ini, maka listrik menjadi sumber energi yang dapat disalurkan melalui kabel dan memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika lainnya.

Tenaga listrik yang telah berhasil diejawantahkan saat ini sudah dapat dimanfaatkan secara mudah dan luas untuk berbagai aplikasi industri dan elektronik. Keberhasilan dari penemuan listrik ini pula lah yang dapat mendorong suksesnya revolusi industri.

Jika ditanya siapa penemu listrik, maka jawaban umum yang mungkin terlontar adalah Benjamin Franklin. Benjamin Franklin adalah orang pertama yang berhasil mengemukakan teori listrik. Pria kelahiran 1705 ini memang begitu antusias untuk mempelajari listrik dan melakukan berbagai penelitian mengenai listrik. Hingga di tahun 1752, ia pun dapat memahami prinsip aliran listrik melalui percobaan yang menggunakan besi dan layang -layang.

Meski Benjamin Franklin adalah tokoh penting yang dianggap sebagai penemu listrik modern, tapi prinsip aliran listrik ini sebetulnya telah diketahui sejak berabad-abad silam. Listrik tidak ditemukan di era kejayaan Eropa. Bangsa Eropa hanya bertindak untuk mempopulerkan penemuan listrik ini.

Banyak ahli yang meyakini bahwa bangsa Mesir Kuno adalah penemu listrik yang sesungguhnya. Hal ini dilihat dari penemumuan beberapa pot kedap air yang diisi dengan silinder tembaga, dan dilem dalam lubang dengan aspal. Penemuan yang ada di wilayah Irak ini menunjukkan bahwa pot ini meruakan elemen galvalik, atau baterai yang primitif dan merupakan elemen awal dari listrik.

Selain itu, catatan Yunani kuno juga mengungkapkan bahwa listrik diciptakan oleh cendekiawan Yunani yang bernama Thales. Thales menguraikan mengenai fenomena listrik yang terjadi pada batu ambar yang digosok -gosokan dan dapat menarik bulu.

Selain tokoh -tokoh tersebut, jika mengenal sejarah listrik, kita juga tak boleh melupakan Michael Faraday. Imuwan kelahiran 22 September 1791 asal Inggris ini dijuluki sebagai Bapak listrik karena kesuksesannya dalam menjadikan listrik sebagai teknologi modern yang memiliki banyak manfaat. Barangkali, penemuan dari Michael Faraday ini memang adalah momentum paling berpengaruh dalam sejarah penemuan listrik.

2. Penemuan KOMPUTER, Revolusi Jendela Dunia

Komputer bisa disebut sebagai alat paling modern yang pernah diciptakan oleh manusia. Bagaimana tidak, dari penemuan komputer inilah, penemuan -penemuan canggih lainnya seperti leptop dan tablet muncul. Sejarah penemuan komputer bisa disebut sebagai sebuah revolusi terbesar dalam mengantarkan manusia untuk mampu melintasi jarak dan waktu.

Komputer laksana jendela dunia yang dapat dengan mudah dan cepat menghubungkan orang -orang dari berbagai belahan dunia, dalam satu waktu yang amat singkat. Nama komputer berasal dari bahasa latin computare yang artinya menghitung, atau dari kata bahasa Inggris to compute yang artinya berhitung.

Komputer memang bukan sekedar alat berhitung. Alat canggih ini menakup alat hitung yang dibuat dengan konstruksi elektronika dengan kemampuan menyimpan dan bekerja dengan bantuan sistem operasi menurut program -program yang diberikan pada komputer tersebut. Tiga unsur penting dari komputer adalah input (data), pengolahan data, output (informasi).

Momentum paling awal dari lahirnya komputer modern ini bermula pada abad XIX. Vannevar Bush, di tahun 1931 berhasil membuat kalkulator yang berguna untuk memecahkan persamaan diferensial kompleks pada beberapa cabang ilmu matematika. Mesin yang kemudian diproduksi masal oleh MIT ini kemudian dikembangkan oleh para peneliti lain.

Apalagi, dengan munculnya Perang Dunia II, mesin ini pun semakin dikembangkan dengan tujuan mengeksploitasi potensi paling strategis dari komputer. Kemudian, pihak Amerika yang diwakili oleh Howard H Aiken, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Alat ini pun kemudian masih terus mengalami perkembangan.

Sampai di tahun 1945, Von Neumann sukses mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer. Komputer kali ini sudah memiliki memori yang memungkinnya menampung data dan juga program. Lalu di tahun 1951, komputer komersial pertama pun mulai dibuat oleh Remington Rend.

3. Penemuan  INTERNET, Koneksi Global yang Menyeluruh

Komputer dan internet memang selalu bekerja beriringan. Begitu pula dengan sejarah penemuan keduanya. Dan kedua bentuk penemuan ini pun dapat dikatakan sebagai penemuan paling fenomenal yang sangat mempengaruhi aktivitas dunia modern saat ini. Barangkali, internet ini pula yang memunculkan karakter manusia modern yang serba instan.

Bagaimana tidak, dengan internet, kita bisa melawan keterbatasan manusia dalam hal dan waktu. Dua orang yang berada di dua belahan dunia yang sangat jauh pun bisa saling terhubung dan bertatap muka pada satu waktu yang sama. Sungguh hebat.

Penemuan internet ini tak lepas dari sambuta positif dunia terhadap penemuan komputer. Sekitar tahun 1960-an, saat komputer mulai berjaya, internet pun mulai dikembangkan. Awalnya, beberapa komputer dihubungkan jadi satu jaringan dengan menggunakan kabel. Dengan adanya jaringan komputer ini, maka orang -orang pun bisa bertukar informasi dari komputer -komputer mereka dengan lebih mudah.

Tahun Agustus 1962, J.C.R Licklider, kepala program riset komputer dari agensi Amerika Serikat mulai menggagas pembentukan konsep galactic network. Tujuannya adalah membangun jaringan yang mampu memberikan koneksi secara global dan dapat diakses oleh semua orang dengan sangat cepat.

Ide jaringan komputer yang awalnya ditujukan untuk kepentingan militer ini pun berhasil. Hasilnya adalah sebuah koneksi dunia maya yang begitu hebat, canggih dan bermanfaat bagi hampir seluruh orang yang ada di dunia ini.

4. Penemuan KUNCI, Pengaman Terbaik Sepanjang Masa

Penemuan paling berpengaruh di dunia memang tak harus melulu soal teknologi informasi dan komunikasi bukan? Walau tolok ukur kecanggihan peradaban sering dinilai dari seberapa maju teknologi yang dimiliki, tapi hal ini bukan patokan mutlak. Sebetulnya, banyak juga indikator lain yang bisa digunakan untuk mengatur sejauh mana suatu penemuan itu dapat bermanfaat bagi semakin banyak orang.

Ya, seperti halnya pada penemuan kunci sederhana yang nyatanya mampu merubah wajah dunia, terutama daam bidang keamanan. Mulai saat ditemukan sampai sekarang, kunci menjadi suatu simbol pengaman yang begitu ampuh dan juga semakin canggih saja. Yang menarik, kebermanfaatannya begitu besar karena digunakan oleh banyak sekali orang, di hampir seluruh penjuru dunia.

Penemuan kunci yang paling awal telah bermula pada 4.000 tahun yang lalu oleh bangsa China. Walau begitu, bangsa Mesir Kuno dikatakan juga telah memiliki struktur kunci yang cukup rumit. Kunci jaman dulu berbentuk cukup besar dengan gerendel besar pula yang di dalamnya dapat dimasukkan ke dalam lubang yang sesuai.

Untuk kunci ini, penemuan kunci yang dianggap paling populer adalah penemuan kunci Yale. Kunci Yale memiliki silinder sempit yang dapat berputar di dalam silinder besar, dan kemudian melekat kuat. Saat anak kunci dimasukkan ke dalam bagian lubang kunci, maka takik -takik anak kunci akan mendoorng seperangkat pin dalam lubang tersebut hingga seluruhnya berada pada ketinggian yang sama.

Kunci yang ditemukan oleh seorang penemu bernama Linus Yale Jr ini juga dikenal sebagai kunci silinder. Kunci Yale ini ditemukan pada tahun 1860-an. Yang menarik dari kunci Yale ini terletak pada teknik kunciannya yang begitu istimewa dan lebih kacil dibanding kunci lain. Hal ini pula yang membuat kunci Yale ini begitu populer di seluruh dunia dan juga sangat banyak digunakan.

Author : Portal-ilmu.com

Apa itu Pelayaran Hongi yang Dilakukan VOC

Halo sobat semua, kali ini saya sebagai admin akan memberikan penjelasan tentang apa itu pelayaran hongi. Pasti banyak sekali diantara kalian yang belum mengetahui tentang pelayaran hongi. Pengertian dan tujuan dari pelayaran hongi ini juga sering sekali menjadi banyak pertanyaan bagi para siswa khususnya siswa pelajar kelas 11 SMA.
pelayaran hongi
Sejarah Pelayaran Hongi

Pengertian dan Tujuan Pelayaran Hongi
Disini akan saya jelaskan secara singkat tentang pengertian dan tujuan pelayaran hongi agar kalian dapat lebih mudah memahaminya. Pelayaran Hongi adalah pelayaran yang diadakan ileh VOC dengan menggunakan senjata lengkap untuk mengawasi jalannya monopoli perdagangan

Pelayaran hongi ini adalah pelayaran yang dilakukan oleh VOC ketika masa penjajahan di Indonesia. Pada zaman dahulu, VOC atau Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda itu sudah mulai memonopoli perdagangan di Indonesia.

Sebenarnya Pelayaran Hongi yang dilakukan oleh VOC tersebut adalah untuk menjaga agar mereka (VOC) dapat tetap berkuasan memonopili perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Pelayaran Hongi tersebut bertujuan agar kegiatan monopoli perdagangan yang dilakukan VOC dapat terjaga dengan aman.

Sesuai dengan namanya yaitu "Pelayaran Hongi", maka tentu saja pelayaran hongi atau pengawasan kegiatan monopoli perdagan di Indonesia ini dilakukan di Laut sekitar wilayah Indonesia. Pelayaran Hongi ini dilakukan dengan menggunakan bantuan senjata lengkap.

Faktor Pendorong Terjadinya Gerakan Reformasi (Politik, Ekonomi, Sosial Masyarakat, dan Hukum)

Halo sobat semua kali ini saya akan memberikan materi sejarah Indonesia kepada kalian semua yaitu faktor pendorong terjadinya gerakan reformasi. Munculnya gerakan reformasi didorong dari berbagai faktor seperti faktor politik, ekonomi, sosial masyarakat, dan juga faktor hukum. Gerakan reformasi ini merupakan salahsatu peristiwa sejarah Indonesia saat berakhirnya masa orde baru.
faktor pendorong terjadinya reformasi

Reformasi adalah susunan tatanan peri kehidupan lama diganti dengan tatanan peri kehidupan baru secara hukum menuju perbaikan. Reformasi merupakan formulasi menuju Indonesia baru dengan tatanan baru. Hasil dari perjuangan reformasi tidak dapat dipetik dalam waktu yang singkat tetapi membutuhkan proses dan waktu. Bahkan, hasil dari reformasi tersebut baru dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara bertahap sehinga perlu adanya agenda reformasi untuk memprioritaskan mana yang terlebih dahulu dilaksanakan.

Reformasi terjadi karena kondisi politik dan ekonomi Indonesia pada saat itu (masa orde baru) tidak terkendali, rakyat Indonesia menjadi semakin kritis dan menyatakan bahwa pemerintahan Orde Baru tidak berhasil menciptakan kehidupan masyarakat yang makmur, adil, dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, kemudian muncul gerakan reformasi yang bertujuan untuk memperbarui tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dipelopori oleh para mahasiswa.

Berikut merupakan faktor pendorong terjadinya gerakan reformasi.

1. Faktor Politik, meliputi:

  1. Adanya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam kehidupan pemerintahan.
  2. Adanya rasa tidak percaya kepada pemerintah Orde Baru yang penuh dengan nepotisme dan merajalelanya korupsi.
  3. Kekuasaan Orde Baru di bawah Soeharto otoriter tertutup.
  4. Adanya keinginan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  5. Mahasiswa yang menginginka perubahan.
2. Faktor ekonomi, meliputi:
  1. Adanya krisis mata uang rupiah.
  2. Naiknya harga barang-barang kebutuhan masyarakat.
  3. Sulitnya mendapatkan barang-barang kehidupan pokok.
3. Faktor sosial masyarakat, sepeti adanya kerusuhan pada tanggal 13 dan 14 Mei 1998 yang melumpuhkan perekonomian rakyat.

4. Faktor hukum, belum adanya keadilan perlakuan hukum yang sama diantara warga negara.

Latar Belakang Lahirnya SUPERSEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret)

Halo kali ini admin akan memberikan sejarah dan juga latar belakang lahirnya SUPERSEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret). Materi sejarah dari Supersemar ini biasanya akan kita temui di kelas 12 SMA. Baiklah langsung saja mari kita simak materi dari terbentuknya Surat Perintah Sebelas Maret atau yang lebih sering disebut sebagai Supersemar tersebut.
Latar Belakang Lahirnya SUPERSEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret)
Supersemar (Surat Perintah Sebalas Maret)


Latar Belakang Lahirnya Supersemar

Ada beberapa faktor yang melatar belakangi lahirnya Supersemar, diantaranya:
1. Situasi negara secara umum dalam keadaan kacau dan genting
2. Untuk mengatasi situasi yang tak menentu akibat pemberontakan G 30 S/PKI
3. Menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia
4. Untuk memulihkan keadaan dan wibawa pemerintah.

Nah diatas merupakan 4 faktor yang melatarbelakangi lahirnya surat perintah sebelas maret atau yang lebih sering disebut dengan istilah Supersemar. Jika di sekolah kalian diperintah \kan untuk menyebutkan apa saja latar belakang dari lai\hirnya supersemar, maka kalian bisa mengambil salah satu dari 4 faktor diatas ataupun kalin\an juga bisa menyebutkan semua itu tergantung pada kalian semua. Tetapi akan lebih sempurna jika kalian menyebutkan semua faktor lahirnya supersemar tersebut.

KERAJAAN KEDIRI (Letak Geografis, Sumber Sejarah, Kehidupan Politik, dan Keadaan Masyarakat)

Halo sobat kali ini kita akan membahas materi sejarah Indonesia yaitu tentang Kerajaan Kediri. Adapun yang akan kita bahas pada materi kali ini mengenai kerajaan kadiri yaitu tentang letak geografis, sumber sejarah, kehidupan politik, dan juga keadaan masyarakat kerajaan kediri pada zaman dahulu. Baiklah tanpa panjang lebar lagi silahkan simat dibawah ini.
kerajaan kediri
Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan dari kerajaan Mataram

Letak Geografis Kerajaan Kediri

Wilayah kekuasaan Kediri meliputi Kediri, Madiun, dan bagian barat Medang Kamulan. Ibu kota Kediri adalah Daha yang terletak di tepi Sungai Brantas.

Sumber Sejarah Kerajaan Kediri

Sumber sejarah mengenai Kerajaan Kediri berasal dari beberapa prasasti dan berita asing.

1. Prasasti

  1. Prasasti Sirah Keting yang memuat tentang pemberian hadiah tanah kepada rakyat desa oleh Raja Jayawarsa.
  2. Prasasti yang ditemukan di Tulungagung dan Kertosono berisi masalah keagamaan yang diperkirakan berasal dari Raja Bewasmara.
  3. Parasasti Ngantang yang menyebutkan tentang Raja Jayabaya yang memberikan hadiah kepada rakyat desa Ngantang sebidang tanah yang bebas dari pajak.
  4. Prasasti Jaring dari Raja Gandra yang memuat tentang sejumlah nama-nama hewan seperti Kebo Waruga dan Tikus Jinada.

2. Berita Asing

Berita asing mengenai Kerajaan Kediri sebagian besar diperoleh dari berita Cina. Berita Cina ini merupakan kumpulan cerita dari para pedagang Cina yang melakukan kegiatan perdagangan di Kerajaan Kediri. Contohnya kronik Cina bernama Chu Fan Chi karangan Chu Ju Kua yang diambil ceritanya dari buku Ling Wai Tai Ta yang menerangkan keadaan Kerajaan Kediri pada abad ke-12 dan ke-13 M.

Kehidupan Politik Kerajaan Kediri

Keadaan masyarakat dan sistem birokrasi Kerajaan Kediri dapat diketahui dari beita Cina, yaitu dari kitab Ling-Wa-Tai-Ta yang ditulis oleh Chou Ku Fei pada tahun 1178 dan kitab Chu-Fhan-Chi- yang disusun oleh Chu Ju Kua pada tahun 1225. Dalam kitab ini dijelaskan mengenai kekuasaan tertinggi di Kediri berada di tangan raja,

Tahukah kalian pada masa pemerintahan siapakah Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaannya? Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaannya oada masa Raja Jayabaya. Untuk lebih jelasnya berikut raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Kediri.

1. Raja Jayawarsa
Pemerintah Jayawarsa hanya diketahui melalui Prasasti Sirah Keting.

2. Raja Bameswara
Raja Bameswara nanyak meniggalkan prasasti, namun prasasti tersebut lebih banyak mengenai urusan keagamaan sehingga perkembangan pemerintahan tidak banyak diketahui.

3. Jayabaya
Kerajaan Kediri dibawah pemerintahan Jayabaya mencapai masa kejayaan. Kediri dan Jenggala dapat dipersatukan kembali. Keberhasilan dan kemenangan Jayabaya ini diabadikan dalam kitab Bharayatayudha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.

Raja Jayabaya terkenal sebagai ahli nujum (ahli ramal). Ramalannya dikumpulkan dalam sebuah kitab Jongko Joyoboyo. Dalam ramalannya, Jayabaya menyebut beberapa hal seperti ratu adil yang akan datang memerintah Indonesia.

Kediri tidak saja berkembang sebagai negara agraris, namun juga sebagai negara maritim. Adanya jabatan Senopati Sarwajala (yang disamakan dengan laksamana atau panglima Angkatan Laut) menunjukkan kemajuan Kediri di bidang maritim.

4. Raja Saweswara dan Raja Aryeswara
Masa pemerintahan kedua raja ini tidak dapat diketahui karena tidak ditemukan prasasti yang menyinggung pemerintahan kedua raja ini.

5. Raja Gandra
Masa pemerintahan Raja Gandra dapat diketahui dari prasasti Jaring.

6. Raja Kameswara
Pada masa pemerintahan Raja Kameswara seni sastra mengalami perkembangan yang pesat.

7. Raja Kertajaya
Raja Kertajaya dikenal dengan sebutan Dandang Gendis dan merupakan raja terakhir Kerajaan Kediri. Pada masa pemerintahan Kertajaya terjadi pertentangan antara raja dan para pendeta (kaum brahmana). Pertentangan tersebut terjadi karena Kertajaya berlaku sombong dan berani melanggar adat. Hal tersebut memperlemah pemerintahan di Kediri.

Kemudian para brahmana mencari perlindungan kepada Ken Arok yang merupakan penguasa (Akuwu/Bupati) di Tumapel (Bagian Kediri). Pada tahun 1222 M Ken Arok dengan dukungan kaum brahmana menyerang Kediri. Akhirnya Kertajaya dapat dikalahkan oleh Ken Arok.

Keadaan Masyarakat Kerajaan Kediri

1. Kehidupan Ekonomi

Dari catatan-catatan para pedagang Cina dapat diketahui tentang kehidupan rakyat Kediri dalam bidang perekonomian, yaitu sebagai berikut.
  1. Kediri banyak menghasilkan beras.
  2. Barang-barang dagangan yang laku di pasaran adalah emas, perak, daging, kayu, cendana, pinang, dan lain-lain.
  3. Letak Kediri sangat strategis dalam pelayaran perdagangan antara Indonesia Timur dan Indonesia Barat.
  4. Pajak rakyat terdiri dari hasil bumi seperti beras, kayu, dan palawija.

2. Kehidupan Sosial

Dalam berita Cina dan kitab Ling Wai Tai Ta menerangkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari orang-orang memakai kain sampai di bawah lutu dengan rambut terurai. Rumah-rumah mereka bersih dan teratur, lantainya ubin berwarna kuning dan hijau.

Dalam perkawinan, keluarga pengantin wanita menerima mas kawin berupa emas. Raja berpakaian sutra, memakai sepatu, dan perhiasan emas. Rambut raja disanggul ke atas. Raja bepergian naik gajah atau kereta yang diiringi oleh 500 sampai 700 prajurit.

3. Kehidupan Budaya

Kehidupan budaya pada masa kekuasaan Kerajaan Kediri berkembang dengan pesat terutama dalam bidang sastra dan pertunjukan wayang. Wayang yang terkenal di Kediri adalah wayang panji. Berikut hasil-hasil sastra pada zaman Kerajaan Kediri.
  1. Kresnayana, diperkirakan berasal dari zaman Raja Jayawarsa ditulis oleh Mpu Triguna, isi Kresnayana mengenai perkawinan antara Kresna dan Dewi Rukmini.
  2. Bharatayudha, dikarang oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh tahun 1157 pada masa pemerintahan Jayabaya. Kitab ini ditulis untuk memberikan gambaran terjadinya perang saudara antara Panjalu melawan Jenggala. Perang tersebut digambarkan dengan perang antara Kurawa dan Pandawa yang masing-masing merupakan keturunan Barata.
  3. Arjunawiwaha, dikarang oleh Mpu Kanwa. Mengisahkan tentang pernikahan Raja Airlangga dengan putri raja dari Kerajaan Sriwijaya. Dibuat pada masa pemerintahan Raja Jayabaya.
  4. Hariwangsa, dikarang oleh Mpu Panuluh pada masa pemerintahan Jayabaya.
  5. Smaradhahana, dikarang oleh Mpu Dharmaja pada masa pemerintahan Raja Kameswara. Isi Smaradhahana menceritakan tentang sepasang suami istri Smara dan Rati yang menggoda dewa Syiwa yang sedang bertapa. Smara dan Rati terkena kutukan dan mati terbakar api (dhahana) karena kesaktian dewa Syiwa. Namun, suami istri tersebut dihidupkan lagi dan menjelma sebagai Kameswara dan permaisurinya.
  6. Wrtasancaya dan Lubdaka, dikarang oleh Mpu Tanakung. Kitab Lubdaka ditulis pada zaman Raja Kameswara. Isi kitab Lubdaka menceritakan tentang seorang pemburu bernama Lubdaka. Lubdaka sudah banyak membunuh. Pada suatu ketika Lubdaka mengadakan pemujaan yang istimewa terhadap Syiwa, sehingga rohnya yang seharusnya masuk neraka, menjadi masuk surga

5 Alasan Agama Islam dapat Diterima Oleh Bangsa Indonesia

Halo sobat kali saya akan memberikan kepada kalian alasan-alasan mengapa islam dapat dengan mudah diterima oleh bangsa Indonesia. Mudahnya agama islam diterima oleh rakyat indonesia ini menyebabkan agama islam dapat berkembang di Indonesia dengan sangat cepat. Materi sejarah ini merupakan pelajaran sejarah Indonesia yang biasanya akan kalian pelajari pada kelas sepuluh semester dua. Berikut akan saya berikan 5 alasan agama islam dapat diterima oleh rakyat Indonesia dengan mudah.
alasan agama islam dapat mudah diterima

Berikut alasan-alasan Islam dapat diterima oleh bangsa Indonesia.
  1. Syarat memeluk islam sangat mudah, cukup dengan mengucapkan kalimat syahadat.
  2. Tata cara peribadahan Islam sederhana.
  3. Islam tidak mengenal pelapisan sosial.
  4. Agama islam yang menyebar di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia.
  5. Faktor politik ikut memperlancar penyebaran Islam di Indonesia (runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit).
Nah diatas adalah penyebab mengapa agama dapat masuk dan diterima oleh rakyat Indonesia dengan mudah dan juga merupakan alasan agama islam dapat berkembang di Indonesia dengan sangat cepat. Semoga tugas pertanyaan dan jawaban sejarah kalian dapat terselesaikan dengan mudah.

Sumber Sejarah Masuknya Agama Islam ke Indonesia (Eksternal dan Internal)

Halo sobat bisa gak sih kalian menjelaskan sumber sejarah mengenai masuknya agama islam ke Indonesia? Sumber sejarah mengenai masuknya agama islam ke Indonesia ada dua, yaitu sumber eksternal (dari luar negeri) dan sumber internal (dari dalam negeri). Kalo kalian belum tau sumber sejarah internal dan eksternal masuknya agama islamke nusantara silahkan lihat materi nya dibawah ini.
sumber internal dan eksternal masuknya islam ke indonesia


Sumber Sejarah Eksternal Masuknya Islam ke Indonesia

1. Berita Arab. Berita Arab diketahui dari para pedagang Arab yang melakukan aktivitasnya dalam bidang perdagangan dengan bangsa Indonesia. Para pedagang Arab ini telah datang ke Indonesia sejak masa Kerajaan Sriwijaya (Abad ke-7 M). Hubungan pedagan Arab untuk Kerajaan Sriwijaya yaitu zabaq, zabay, atau sribusa.

2. Berita Eropa, dibawa oleh Marcopollo (Italia) yang menjadi orang Eropa pertama yang datang ke Indonesia. ketika Marcopollo kembali dari Cina menuju Eropa melalui jalan laut, Marcopollo mendapat tugas dari kaisar Cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kaisar Romawi. Dalam perjalanan tersebut Marcopollo singgah di Sumatra bagian utara, Di daerah ini Marcopollo menemukan adanya kerajaan Islam yaitu Kerajaan Samudera Pasai.

3. Berita India, para pedagang Gujarat dari India selain melakukan perdagangan juga menyebarkan agama Islam di pesisir pantai..

4. Berita Cina, Ma Huan (Sekretaris Laksamana Cheng Ho) mengatakan bahwa pada tahun 1400 telah ada pedagang-pedagang Islam yang tinggal di pantai utara Jawa.

Sumber Sejarah Internal Masuknya Islam ke Indonesia

Berikut adalah sumber sejarah mengenai masuknya agama Islam ke Indonesia dari sumber internal.

1. Batu nisan Fatimah binti Maimun (1028) sezaman dengan masa Kerajaan Kediri yang bertuliskan Arab di Leran (Gresik). Peniggalan batu nisan ini menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke daerah Jawa Timur.

2. Makam Sultan Malik as-Saleh (1297) di Sumatra (Raja Samudera Pasai). Berdasarkan peninggalan ini dapat disimpulkan bahwa untuk pertama kalinya muncul seorang raja beragama islam dengan gelar "Sultan".

3. Makam Syekh Maulana Mlaik Ibrahim (1419) di Gresik. Jirat makam ini didatangkan dari Gujarat dan berisi tulisan-tulisan Arab.

Dari sumber-sumber tersebut dapat dipastikan bahwa pengaruh Islam di Indonesia telah berkembang sejak masa kerajaan Hindu hingga pada suatu saat perkembangan islam dapat menggeser pengaruh Hindu di Indonesia.

Sejarah Kedatangan Islam ke Nusantara

Halo sobat semua kali ini saya akan memberikan pelajaran sejarah kedatangan islam ke Indonesia. Tahukah anda kapan agama Islam datang ke Nusantara dan siapa yang membawa ajaran islam Nusantara? Sejak abad ke-7, islam sudah masuk ke Indonesia secara damai. Namun baru berkembang pada abad ke-13 sejalan dengan mundurnya kerajaan-kerajaan bercorak hindu-budha di Indonesia dan ramainya pedagang-pedangang Arab, Persia, dan Gujarat ke Indonesia. Agama islam diyakini sebagai agama yang diwahyukan oleh Allah swt. kepada umat manusia melalui utusan-Nya yaitu Nabi Muhammad saw. Agama islam lahir di Mekkah, Saudi Arabia.
sejarah kedatangan islam ke nusantara

Kedatangan Islam ke Nusantara

Pada umumnya proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam ke Indonesia berjalan dengan damai. Karena itu, mendapat sambutan yang baik dari masyarakat baik di kalangan raja, bangsawan, maupun rakyat biasa. Ada beberapa pendapat mengenai proses masuknya Islam ke Kepulauan Indonesia.


1. Pijnapel, C. Snouck Hurgyonnye, dan J.P. Moquetta

Menurut sarjana-sarjana dari Barat (kebayakan dari Belanda) mengatakan bahwa islam masuk ke Kepulauan Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi atau abad ke-17 Hijriyah berasal dari Gujarat. Pendapat tersebut mengasumsi bahwa Gujarat terletak di India bagian barat, berdekatan dengan laur arab dan letaknya sangat strategis berada di jalur perdagangan antara timur dan barat. Sejak awal tahun hijriyah, pedagan arab yang bermahzab Syafii telah bermukim di Gujarat dan Malabar.

Menurut Pijnapel, orang yang menyebarkan islam ke indonesia bukanlah dari orang Arab langsung., melainkan para pedagan gujarat yang telah memeluk islam dan berdagang ke dunia timur. Pendapat Pijnapel ini didukung oleh C. Snouck Hurgronye dan J.P Moquetta (1912), dengan argumentasi yang didasarkan pada batu nissan Sultan Malik as-Saleh yang meninggal pada 17 Zulhijah 831 H atau 1927 M di Pasai, Aceh. 

Menurutnya batu nissan di Pasar dan makam Maulana Mlaik Ibarahim yang wafat tahun 1419 di Gresik, Jawa Timur memiliki bentuk yang sama dengan batu nissan yang terdapat di Kambay, Gujarat. Kemudian Moquetta menyimpulkan bahwa batu nissan tersebut diimpor dari Gujarat atau setidaknya dibuat oleh orang gujarat atau orang Indoneisa yang telah belajar kaligrafi khas gujarat.

2. Husein Jayadiningrat

Menurut Husein, islam yang masuk ke Indonesia berasala dari Persia (Iran sekarang), Pendapat Husein ini didasarkan pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Persia dan Indonesia. Tradisi tersebut seperti tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari suci kaum syiah atas kematian Husen bil Ali, seperti yang berkembang dalam tradisi tabot di Pariaman, Sumatra Barat, dan di Bengkulu.

3.Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah)
Menurut Hamka, Islam berasal dari tanah kelahirannya, yaitu Arab atau Mesir. Proses tersebut berlangsung pada abad-abad pertama hijriyah.

4. Anthony H. Johns

Menurut Anthony, proses islamisasi dilakukan oleh para musfir (kaum pengembara) yang datang ke Kepulauan Indonesia. Kaum tersebut biasanya mengembara dari satu tempat ke tempat yang lainnya dengan motivasi hanya pengembangan agama Islam.


5. Sortjipto Wirjosoeparto

Soetjipto Wirjosoeparto berpendapat Islam masuk ke indonesia melalui Gujarat, India. Hal tersebut dibuktikan dengan salah satu makam raja ISlam di Samudera Pasai yang nisannya menggunakan batu yang berasal dari Gujarat.


6. Alwi Sihab

Alwi Sihab berpendapat bahwa Islma pertama kali masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah atau sekitar abad ketujuh amsehi dibawa oleh pedagan arab yang masuk ke Cina memalui jalur barat. Teori tersebut didasarkan pada berita cina pada masa dinasti Tang yang menyatakan adanya perkampungan Arab di Cina.

Dlam perkampungan tersebut penduduknya diberikan kebebasan untuk menjalankan ibadah berdasarkan keyakinannya. Cina yang dimaksudkan dalam berita Cina adalah gugusan pulau di Timur Jauh, termasuk Kepulauan Indonesia. Jadi, jalur awal penyebaran Islam di Indonesia, menurut Alwi sihab bukan berasal dari jalur Arab, India, dan Persia, melainkan dari Arab langsung.

Latar Belakang Lahirnya Pemerintahan Orde Baru

Halo kali ini admin akan membahas tentang Latar Belakang Lahirnya Pemerintahan Orde Baru. Materi ini merupakan pelajaran sejarah yang telah saya pelajari di kelas XII SMA. Artikel ini juga merupakan lanjutan dari Lahirnya Pemerintahan Orde Baru. Baiklah langsung saja mari kita simak materi nya dibawah ini,
latar Belakang Lahirnya Pemerintahan Orde Baru


Latar Belakang Lahirnya Pemerintahan Orde Baru
Usaha untuk penumpasan terhadap PKI dilakukan oleh banyak pihak. Selain pemerintah, masyarakat juga ikut menumpas PKI. Kesatuan aksi yang muncul untuk menentang G-30-S/PKI diantara nya adalah Kesatuan Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), dan Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI).

Kesatuan-kesatuan aksi yang bergabung dalam front pancasila tersebut lebih dikenal dengan sebutan angkatan '66. Mereka mengadakan demonstrasi di jalan-jalan. Aksi demontrasi Angkatan '66 tersebut terjadi kemudian diarahkan ke Gedung Sekretariat Negara. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 8 Januari 1966 dengan agenda utamanya menuntut perbaikan terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.

Pada tanggal 12 Januari 1966 berbagai kesatuan aksi yang bergabung dalam Front Pancasila berkumpul di halaman Gedung DPR GR untuk mengajukan trituntutan rakyat (tritura). Isu tritura yaitu pembubaran PKI beserta organisasi massanya, pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur PKI, dan penurunan harga-harga barang.

Dalam menghadapi berbagai tuntutan dari masyarakat tersebut, maka pada tanggal 15 Januari 1966 diadakan Sidang Paripurna Kabinet Dwikora di Istana Bogor yang dihadiri oleh para wakil mahasiswa. Presiden Soekarno menuduh bahwa aksi-aksi mahasiswa tersebut didalangi oleh CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat.

Tuntutan mengenai perombakan kabinet dikabulkan. Pada tanggal 21 Februari 1966, Presiden Soekarno mengumumkan perubahan kabinet. Ternyata perubahan kabinet itu tidak memuaskan hati rakyat karena banyak tokoh yang terlibat dalam G-30-S/PKI berada di dalam kabinet baru yang dikenal dengan sebutan Kabinet Seratus Menteri.

Pada saat pelantikan kabinet tanggal 24 Februari 1966 para mahasiswa, pelajar, dan pemuda memenuhi jalan-jalan menuju Istana Merdeka. Namun, aksi itu dihadang oleh Pasukan Cakrabirawa sehingga terjadilah bentrokan antara Pasukan Cakrabirawa dan para demonstran yang menyebabkan gugurnya seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia yang bernama Arief Rachman Hakim. Oleh para demonstran, Arief Rachman Hakim dijadikan sebagai Pahlawan Ampera.

Sebelumnya, antara Presiden Soekarno dan Letjen Soeharto terjadi ketidaksepakatan mengenai penyelesaian krisis politik yang terjadi di Indonesia pada saat itu. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 2 Oktober 1965 pasca peristiwa G-30-S/PKI. Letjen Soeharto berpendapat bahwa satu-satunya langkah keluar untuk meredakan krisis dalam negeri adalah menumpas PKI beserta antek-anteknya, dengan cara tersebut maka rasa keamanan dan keadilan rakyat akan terpenuhi.

Adapun Presiden Soekarno berpendapat bahwa pembubaran PKI mustahil dilakukan karena akan menimbulkan inkonsistensi terhadap pelaksanaan prinsip Nasakom (nasionalis-agama-komunis) yang telah menjadi dasar pemikiran politik Indonesia pada saat itu.

Menghadapi situasi yang demikian, Presiden Soekarno mengadakan pertemuan pada tanggal 10 Maret 1966. Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai partai politik, seperti PSII, NU, PI, Perti, Partai Katolik, Parkindo, Muhammadiyah, PNI, Partindo, IPKI, dan Front Pancasila.

Dalam pertemuan tersebut presiden didampingi oleh A.M Hanafi (duta besar Republik Indonesia untuk Kuba), dr. Sumarno (menteri dalam negeri), Dr. Subandrio (wakil perdana menteri), Dr. j. Leimena, Mayjen Achmandi (menteri penerangan), dan Dr. Chairul Saleh. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Soekarno menyatakan pendapatnya dan menekankan agar partai-partai politik serta berbagai organisasi massa yang hadir pada waktu itu menolak dan mengecam aksi demonstrasi mahasiswa dengan tuntutan trituranya. Pertemuan tersebut berkahir dengan deadlock karena keinginan Presiden Soekarno berseberangan dengan permintaan Front Pancasila terutama mengenai pembubaran PKI.

Pada tanggal 11 Maret 1966 digelar sidang paripurna yang agendanya adalah merumuskan langkah-langkah keluar dari krisis ekonomi, sosial, dan politik Indonesia. Di tengah-tengah pidatonya, Presiden Soekarno diberi tahu oleh Komandan Cakrabirawa Brigjen Sabur bahwa ada konsentrasi pasukan tidak dikenal yang berada diluar istana.

Presiden Soekarno kemudian pergi ke Istana Bogor didampingi olej Waperdam I Dr. Subandrio dan Waperdam III Dr. Chairul Saleh. Dr. J. Leimena (Waperdam II) kemudian menutup rapat sidang menyusul Presiden Soekarno ke Istana Bogor.

Selanjutanya para perwira tinggi Angakatan Darat yang terdiri dari Mayjen Basuki Rahmat, Brigjen Amir Mahmud, dan Brigjen M. Yusuf juga menyusul ke Bogor. Namun, sebelumnya mereka menghadap Letjen Soeharti dan melaporkan tentang keaadaan sidang kabinet dan meminta izin untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor untuk melaporkan situasi yang sebenarnya di Jakarta bahwa tidak benar ada pasukan liar di sekitar istana dan ABRI khususnya TNI Angkatan Darat tetap setia dan taat kepada presiden Soekarno.

Letjen Soeharto mengizinkan ketiga perwira tinggi tersebut ke Istana Bogor dan berpesan untuk disampaikan kepada presiden Soekarno bahwa Letjen Soeharto sanggup mengatasi keadaan apabila Presiden memercayakan hal tersebut kepadanya.

Mayjen Basuki Rahmat, Brigjen M. Yusuf, dan Brigjen Amir Mahmud setelah tiba di Istana Bogor, kemudian mengadakan pertemuan dengan presiden Soekarno yang didampingi oleh Dr. J. Leimena, Dr. Subandrio, dan Dr. Chairul Saleh. Dalam pertemuan tersebut, presiden Soekarno memerintahkan kepada Perwira Tinggi Angkatan Darat berasama komandan Cakrabirawa Brigjen Sabur untuk merancang sebuah konsep surat perintah yang ditujukan kepada Letjen Soeharto.

Surat tersebut berisi perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengatasi masalah keamanan dan krisis politik yang terjadi pada saat itu. Surat itulah yang dikenal dengan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.

 Supersemar memerintahkan kepada Letjen Soeharto agar mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk menjamin keamanan, ketenangan, dan kestabilan jalannya pemerintahan, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPR demi untuk keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Pengertian Demokrasi Terpimpin dan Pelakasanaanya

Halo sobat kali ini kita akan membahas pengertian demokrasi terpimpin dan juga pelaksanaan demokrasi terpimpin. Adapun pelaksanaan dari demokrasi terpimpin ini yaitu Pembentukan MPRS, Pembubaran DPR, Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, Pembentukan Front Nasional, dan Pembentukan Kabinet Kerja. Materi sejarah ini adalah materi yang telah saya sendiri pelajari pada kelas XII SMA. Berikut akan saya bahas secara singkat dan akan kita simak dibawah ini. Tetapi sebelumnya saya sarankan juga sobat untuk membaca isi dekrit presiden 5 Juli 1955.
demokrasi terpimpin
demokrasi terpimpin

Pengertian Demokrasi Terpimpin
Demokrasi terpimpin adalah reaksi terhadap demokrasi liberal/parlementer karena pada masa Demokrasi Parlementer kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara, sedangkan kekuasaan pemerintah dilaksanakan oleh partai.

Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin
Masa Demokrasi Terpimpin dimulai dengan berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno tahun 1966. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit presiden ini sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin mengkhawatirkan. Berlakunya dekrit presoden ini memiliki sisi positif dan sisi negatis.

Berikut sisi positif berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
  1. Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik yang berkepanjangan,
  2. Memberikan pedoman yang jelas, yaitu UUD 1945 dari kelangsungan hidup negara.
  3. Merintis pembentukan lembaga tinggi negara, yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Liberal tertunda pembentukannya.
Adapun sisi negatif berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah sebagai berikut.
  1. Memberi kekuasaan besar kepada presiden, MPR, dan lembaga tinggi negara.
  2. Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik.
Disebut demokrasi terpimpin karena demokrasi di Indonesia pada saat itu mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Soekarno. Pada masa demokrasi terpimpin kekuasaan presiden sangat besar dan mutlak, sedangkan aktivitas partai dibatasi.  Karena kekuasaan presiden yang mutlak tersebut mengakibatkan penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan awal, yaitu demokratisasi (menciptakan stabilitas politik yang demokratis) menjadi sentralisasi (pemusatan kekuasaan ditangan presiden).

Berikut merupakan pelaksanaan atau hal-hal yang dilaksanakan pada saat demokrasi terpimpin.

1. Pembentukan MPRS

Berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1959 presiden membentuk MPRS. Tindakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945. Berdasarkan UUD 1945 pengangkatan anggota MPRS sebagai lembaga tertinggi negara harus melalui pemilihan umum sehingga parrtai-partai yang terpilih oleh rakyat memiliki anggota-anggota yang duduk di MPR. Ketua MPRS adalah Chairul Saleh, dengan tugas MPRS hanya terbatas pada menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Pada tanggal 10 November-7 Desember 1960, MPRS mengadakan sidang umum pertama di Bandung. Hasil Sidang Umum MPRS ini menghasilkan dua ketetapan sebagau berikut.
  1. Ketetapan MPRS Nomor I/MPRS/1960 yang menetapkan Manifesto Politik Republik Indonesia sebagai GBHN.
  2. Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/196- tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap Pertama (1961-1969).
Berdasarkan UUD 1945, kedudukan presiden berada di bawah MPR, namun pada kenyataanya MPRS tunduk kepada presiden yang terlihat dari tindakan presiden dalam pengangkatan ketua MPRS yang dirangkap oleh wakil perdana menteri III dan pengangkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dari pimpinan partai besar (PNI, NU, dan PKI) serta wakil ABRI yang masing-masing diberi kedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen.

2. Pembubaran DPR dan Pembentukan DPR GR

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilu tahun 1955 dibubarkan pada tanggal 5 Maret 1960 karena DPR menolak RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah. Presiden kemudian mengeluarkan penetapan presiden yang menyatakan bahwa DPR dibubarkan dan sebagai gantinya presiden membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR).

Karena bukan hasil pemilihan umum, semua anggota DPR GR ditentukan oleh presiden.Peratutan maupun tata tertib DPR GR ditentukan oleh presiden. Akibatnya DPR GR mengikuti kehendak serta kebijakan pemerintah. Tindakan presiden tersebut bertentangan dengan UUD 1945 sebab berdasarkan UUD 1945 presiden tidak dapat membubarkan DPR.

3. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara

Dewan Pertimabanga Agung Sementara (DPAS) dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 3 Tahun 1959. Lembaga tinggi negara ini diketuai oleh presiden sendiri. Keanggotaan DPAS terdiri dari satu orang wakil ketua (Ruslan Abdul Gani), 12 orang wakil partai politik, 8 orang utusan daerah, dan 24 orang wakil golongan. Tugas DPAS adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan mengajukan usul kepada pemrintah. Pelantikan DPAS dilakukan di Istana Negara pada tanggal 15 Agustus 1959

Seperti MPRS dan DPR GS, DPAS menempatkan diri di bawah pemerintah. Alasannya adalah DPAS yang mengusulkan agar pidato presiden pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1959 yang berjudul Penemuan Kembali Revolusi Kita yang dikenal dengan manifesto politik (manipol) Republik Indonesia ditetapkan sebagai GBHN berdasarkan Penpres No. 1 Tahun 1960 dan Ketetapan MPRS Nomor 1/MPRS/1960. Inti manipol adalah USDEK (Undang-Undang Dasar 1945, sosialisme Indonesia, demokrasi terpimpin, ekonomi terpimpin, dan kepribadian Indonesia) sehingga lebih dikenal dengan manipol USDEK.

4. Pembentukan Front Nasional

Front Nasional dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 13 Tahun 1959. Front Nasional merupakan sebuah organisasi massa yang memperjuangkan cita-cita proklamasi dan cita-cita yang terkandung dalam UUD 1945. Tujuan pembentukan Front Nasional adalah menyatukan seluruh potensi nasional agar menjadi kekuatan untuk menyukseskan pembangunan. Front Nasional dimpimpin oleh Presiden Soekarno. Tugas Front Nasional adalah menyelesaikan revolusi nasional, melaksanakan pembangunan, dan mengembalikan Irian Barat.

5. Pembentukan Kabinet Kerja

Pada tanggal 9 Juli 1959, presiden membentuk Kabinet Kerja. Dalam kabinet ini Presiden Soekarno bertindak sebagai perdana menteri, sedangkan Ir. Juanda menjadi menteri pertama. Kabinet ini dilantik pada tanggal 10 Juli 1959 dengan programnya yang disebut triprogram Kabinet Kerja. Isi triprogram Kabinet Kerja sebagai berikut.
  1. Mencukupi kebutuhan sandang pangan.
  2. Menyelenggarakan keamanan rakyat dan negara.
  3. Melanjutkan perjuangan menentang imperialisme ekonomi dan imperialisme politik (Irian Barat).

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Ketemu lagi yaa sama materikelas.com? Hehe. Kali ini kita akan membahas tentang materi dekrit presiden 5 Juli 1959. Adapun yang akan kita bahas dari materi ini yaitu selain pokok materinya, tetapi juga isi dekrit presiden 5 Juli 1959 tersebut. Baiklah mari langsung kita simak materi berikut dibawah ini.
Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Pada pemilu tanggal 15 Desember 1955 berhasil memilih anggota DPR dan konstituante (dewan penyusun UUD). Pada tanggal 10 November 1956, konstituante dilantik dengan tugas terutama merumuskan UUD yang baru sebagai pengganti UUDS 1950. Kemudian konstituante mulai bersidang dengan pidato pembukaan dari presiden untuk menyusun dan menetapkan UUD RO tanpa ada batasan waktu.

Namun ketika itu situasi dalam negeri terjadi pergolakan di daerah-daerah yang memuncak menjadi pemberontakan PRRI/Permesta. Berkaitan dengan keadaan tersebut, sampai dengan awal tahun 1957 konstituante belum juga berhasil merampungkan tugasnya untuk merumuskan UUD yang baru.

Pada tanggal 5 Juni 1959 konstituante mengadakan reses (masa istirahat) yang tenyata untuk selama-lamanya. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal A.H. Nasution atas nama Pemerintah/Penguasa Perang Pusat (Peperpu) mengeluarkan peraturan No. Prt/Peperpu/040/1959 yang isinya larangan melakukan kegiatan-kegiatan politik. Kemudian pada tanggal 16 Juni 1959, Ketua Umum PNI Suwiryo mengirimkan surat kepada Presiden Soekarno agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan membubarkan konstituante.

Gagalnya konstituante dalam melaksanakan tugasnya serta rentetan peristiwa politik keamanan yang mengguncangkan persatuan dan kesatuan bangsa mencapai puncaknya pada bulan Juni 1959. Untuk keselamatan negara berdasarkan staatsnoodrecht (hukum keadaan bahaya bagi negara) pada hari Minggu tanggal 5 Juli 1959 pada pukul 17.00 dalam suatu upacara resmi di Istana Merdeka Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit presiden.

Berikut isi dekrit presiden 5 Juli 1959 :

  1. Pembubaran Konstituante.
  2. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945.
  3. Pembentukan MPRS dan DPAS.



Usaha Indonesia untuk Memperbaiki Perekonomian pada Masa Liberal

Baiklah sobat semua kali ini kita akan membahas materi usaha Indonesia untuk memperbaikin perekonomian pada masa liberal. Materi tersebut merupakan materi dengan mata pelajaran sejarah untuk kelas XII SMA. Baiklah langsung saja mari kita simak materi tersebut dibawah ini.
usaha indonesia memperbaiki perekonomian pada masa liberal
usaha indonesia memperbaiki perekonomian pada masa liberal

Ada beberapa usaha ataupun cara yang dilakukan bangsa Indonesia untuk memperbaiki perekonomian pada masa liberal, yang akan dijelaskan dibawah ini.

1. Gunting Syafruddin
Untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar Rp.5,1 miliar, Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RIS Nomor PU I tanggal19 Maret 1950 melakukan tindakan pemotongan uang. Tindakan Syafruddin ini dilakukan dengan cara mengubah uang yang nilainya Rp.2,50 ke atas menjadi separuhnya.

Dengan kebijakan tersebut, rakyat kecil tidak dirugikan karena yang memiliki uang Rp.2,50 ke atas hanya orang kelas menengah dan kelas atas. Tindakan pemerintah ini dikenal dengan Gunting Syafruddin. Dasar kebijakan ini adalah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar nilainya seimbang dengan jumlah barang yang tersedia

Baca juga : Kondisi ekonomi Indonesia pada masa liberal.

2. Sistem Ekonomi Gerak Benteng
Menteri Perdagangan Dr. Sumitro Joyohadikusumo berpendapat bahwa di kalangan bangsa Indonesia harus segera ditumbuhakan kelas pengusaha. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Para pengusaha tersebut harus dibimbing dan diberikan bantuan kredit karena pemerintah menyadari mereka tidak mempunyai modal yang cukup.

Dengan usaha yang dilakukan secara bertahap, pengusaha pribumi akan berkembang dan maju. Tujuannya adalah mengubah struktur ekonomi kolonial ke struktur ekonomi nasional. Program Sumitro Joyohadikusumo ini dikenal dengan nama Gerakan Benteng. Dalam perkembangannya, Program Benteng ini tidak berhasil mencapai tujuan karena para pengusaha pribumi sangat bergantung kepada pemerintah. Mereka kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya.

3. Nasionalisasi De Javasche Bank
Pada akhir tahun 1951 seiring dengan menigkatnya rasa nasionalisme, pemerintah Republik Indonesia melakukan nasionalisasi De Javashe Bank menjadi Bank Indonesia. Adapun tujuan nasionalisasi ini adalah untuk menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya ekspor serta melakukan penghematan secara drastis.

4. Sistem Ekonomi Ali-Baba
Menteri perekonomian Mr. Ishaq Cokrohadisuryo (pada masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamijoyo I) memprakarsai sistem ekonomi baru yang dikenal dengan sistem ekonomi Ali-Baba. Sistem ekonomi baru ini untuk memajukan pengusaha pribumi. Ali menggambarkan pengusaha pribumi, sedangkan Baba menggambarkan pengusaha nonpribumi (khususnya China).

Maksud adanya sistem ini adalah agar pengusaha pribumi dan nonpribumi bekerja sama untuk memajukan ekonomi Indonesia. Dalam perkembangannya sistem ini mengalami kegagalan karena pengusaha nonpribumi lebih berpengalaman daripada pengusaha pribumi untuk memperoleh bantuan kredit.

5. Persetujuan Finansial Ekonomi (Finek)
Pada masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap dikirimkan suatu delegasi ke Jenewa yang dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. Misi tersebut untuk merundingkan masalah finansial-ekonomi antara pihak Indonesia dan Belanda. Akhirnya pada tanggal 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan Finek, antara lain sebagai berikut.

  1. Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan.
  2. Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral.
  3. Hubungan Finek didasarkan pada Undang-Undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak.
Pemerintah Belanda tidak mau menandatangani rencana tersebut. Hal itu membuat pemerintah RI mengambil langkah sepihak. Kabinet Burhanuddin Harahap pada tanggal 13 Februaruari 1956 melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda secara sepihak. Hal tersebut dimaksudkan untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda.

Tindak lanjut pembubaran Uni tersebut adalah pada tanggal 3 Mei 1956 Presiden Soekarno menandatangani undang-undang pembatalan KMB. Akibat hal tersebut banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan-perusahaan Belanda tersebut.

6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
Dengan masa kerja kabinet yang relatif singkat da program kerja yang berganti-ganti pada Demokrasi Liberal menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi, inflasi, dan lambatnya pelaksanaan pembangunan.

Pada masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintah membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut dengan Biro Perancang Negara. Berbeda dengan kabinet sebelumnya, biro tersebut bertugas untuk merancang pembangunan jangka panjang. Tokoh yang diangkat sebagai Menteri Perancang Nasional adalah Ir. Juanda.

Biro tersebut pada bulan Mei 1956 berhasil menyusun rencana pembangunan lima tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961. Rencana undang-undang tentang rencana pembangunan tersebut disetujui oleh Dewan Perwakilan pada tanggal 11 November 1958. Namun akibat perubahan situasi politik dan ekonomi, pada tahun 1857 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui musyawarah nasional pembangunan (munap). RPLT tidak dapat berjalan dengan baik karena hal-hal berikut.
  1. Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya sendiri-sendiri.
  2. Perjuangan membebaskan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.
  3. Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 sehingga pada awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.
7. Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)
Adanya ketegangan antara pusat dan daerah pada masa Kabinet Juanda untuk sementara dapat diredakan dengan diadakannya musyawarah nasional pembangunan (munap). Sebagai perdana menteri, Ir. Juanda memberikan kesempatan kepada munap untuk mengubah rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang. Namun, ternyata rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik  karena kesulitan dalam menentukan prioritas.

Selain itu, ketegangan politik juga tidak dapat diredakan sehingga mengakibatkan pecahnya pemberontakan PRRI/Permesta. Untuk menumpas pemberontakan PRRI tersebut diperlukan biaya yang sangat besat sehingga meningkatkan defisit negara. Sementara itu, ketegangan politik  antara Indonesia dan Belanda menyangkut Irian Barat juga memuncak yang memicu terjadinya konfrontasi bersenjata.

Kondisi Ekonomi Indonesia pada Masa Liberal

Kali ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia pada masa liberal yang merupakan salah satu materi sejarah yang diperuntukan untuk SMA kelas XII. Materi sejarah ini sangat penting untuk dapat kita pelajari agar kita dapat mengetahui bagaimana kondisi ekonomi indonesia pada waktu itu (masa liberal).
kondisi ekonomi indonesia pada masa liberal
kondisi ekonomi indonesia pada masa liberal

Pada masa demokrasi liberal, kondisi ekonomi indonesia masih sangat buruk. Buruknya kondisi ekonomi Indonesia tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut.
  1. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa Indonesia menganggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam hasil KMB. Beban tersebut berupa utang luar negeri sebesar 1,5 triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 triliun rupiah.
  2. Politik keuangan pemerintah Indonesia tidak dibuat di Indonesia, tetapi dirancang di Belanda.
  3. Pemerintah Belanda tidak mewarisi ahli-ahli yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.
  4. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluatan pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat.
  5. Ekspor Indonesia hanya bergantung pada hasil perkebunan.
  6. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar.
Baca juga : Usaha Indonesia untuk memperbaiki perekonomian pada masa liberal.
Defisit tersebut berhasil ditanggulangi oleh pemerintah dengan pinjaman luar negeri sebesar Rp.1,6 miliar. Kemudian dengan melalui sidang Uni Indonesia-Belanda disepakati kredit sebesar Rp.200 juta dari Belanda. Adapun masalah jangka pendek yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah adalah dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dan dengan mengatasi kenaikan biaya hidup. Untuk masalah jangka panjang adalah masalah pertambahan penduduk dan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah.

Program Kerja 7 Kabinet Indonesia pada Masa Demokrasi Liberal

Halo sobat bertemu lagi dengan blog saya yang cakep ini, kali ini kita akan membahas program kerja dari 7 kabinet indonesia yang ada dan memerintah indonesia pada masa demokrasi liberal. 7 kabinet itu diantaranya yaitu : kabinet natsir, kabinet sukiman, kabinet wilopo, kabinet ali sastroamijoyo i, kabinet burhanuddin harahap, kabinet ali sastroamijoyo ii, dan kabinet djuanda.

Program Kerja 7 Kabinet Indonesia pada Masa Demokrasi Liberal

1. Kabinet Natsir
Program kerja dari Kabinet Natsir antara lain sebagai berikut.
  1. Menggiatkan usaha keamanan dan ketenteraman.
  2. Konsolidasi dan menyempurnakan pemerintahan.
  3. Menyempurnakan organisasi angkatan perang.
  4. Mengembangkan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
  5. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat.
2. Kabinet Sukiman
Berikut Program Kerja Kabinet Sukiman antara lain sebagai berikut.
  1. Menjalankan berbagai tindakan tegas sebagai negara hukum untuk menjamin keamanan dan ketenteraman serta menyempurnakan organisai alat-alat kekuasaan negara.
  2. Membuat dan melaksanakan rencana kemakmuran nasional dalam jangkapendek untuk mempertinggi kehidupan sosial ekonomi rakyat dan mempercepat usaha penempatan bekas pejuang dalam pembangunan.
  3. Menyelesaikan persiapan pemilu untuk membentuk Dewan Konstituante dan menyelenggarakan pemilu dalam waktu singkat serta mempercepat terlaksananya otonomi daerah.
  4. Meyiapkan undang-undang (UU) pengakuan serikat buruh, perjanjian kerja sama, penetapan upah minimum, dan penyelesaian pertikaian buruh.
  5. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
  6. Memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia secepatnya.
3. Kabinet Wilopo
Program kerja Kabinet Wilopo antara lain sebagai berikut.
  1. Mempersiapkan pemilihan umum.
  2. Berusaha mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia.
  3. Menigkatkan keamanan dan kesejahteraan.
  4. Memperbarui bidang pendidikan dan pengajaran.
  5. Melaksanakan politik luar negeri bebas dan aktif.
4. Kabinet Ali Sastoamijoyo I
Kabinet Ali mempunyai program empat pasal sebagai berikut.
  1. Program dalam negeri, anatara lain meningkatkan kemanan dan kemakmuran, serta segera diselenggarakan pemilihan umum.
  2. Pembebasan Irian Barat secepatnya.
  3. Program luar negeri, antara lain pelaksanaan politik bebas aktif dan peninjauan kembali ke persetujuan KMB.
  4. Penyelesaian pertikaian politik.
5. Kabinet Burhanuddin Harahap
Berikut program kerja Kabinet Burhanddin Harahap.
  1. Mengembalikan kewibawaan moral pemerintah, dalam hal ini kepercayaan Angkatan Darat dan Masyumi.
  2. Akan dilaksanakan pemilihan umum, desentralisasi, memecahkan masalah inflasi, dan pemberantasan korupsi.
  3. Perjuangan mengembalikan Irian Barat ke Republik Indonesia.
6. Kabinet Ali Sastroamijoyo II
Program pokok Kabinet Ali Sastroamijoyo II antara lain sebagai berikut.
  1. Pembatalan KMB.
  2. Perjuangan mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Reupblik Indonesia.
  3. Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan ekonomi, keuangan, industri, perhubunan, pendidikan, serta pertanian.
  4. Melaksanakan keputusan Konferensi Asia Afrika.
7. Kabinet Djuanda
Program-program Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) sebagai berikut.
  1. Membentuk Dewan Nasional.
  2. Normalisasi keadaan Republik Indonesia.
  3. Melanjutkan pembatalan KMB.
  4. Memperjuangkan Irian Barat kembali ke Republik Indonesia.

Pemilihan Umum Tahun 1955 : Latar Belakang, Pelaksanaan, dan Hasil Pemilihan Umum

Oke sobat, kali saya akan membahas materi sejarah kelas XII yaitu Pemilihan Umum Tahun 1955. Pemilihan umum tahun 1955 ini merupakan pemilihan umum pertama yang ada pada masa demokrasi liberal. Oke langsung saja mari kita simak materi berikut ini.
Pemilihan Umum Tahun 1955 : Latar Belakang, Pelaksanaan, dan Hasil Pemilihan Umum
partai-partai pemilihan umum 1955

A. Latar Belakang Pelaksanaan Pemilu Tahun 1955

Pemilihan umum merupakan salah satu syarat agar sistem pemerintahan yang demokratis berfungsi, Persiapan mendasar pemilu dapat diselesaikan pada masa Pemerintahan Kabinet Ali Sastoamijoyo I. Kabinet Ali Sastroamijoyo I mempunyai agenda utama untuk mempersiapkan pelaksanaan pemilihan umum yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 1955.

Pada tanggal 31 Juli 1954 dibentuk Panitia Pemilihan Umum Pusat dengan ketuanya Hadikusumo (PNI). Pada tanggal 16 April 1955 Hadikusumo mengumumkan bahwa pemilihan umum untuk parlemen akan diadakan pada tanggal 29 September 1955. Pengumuman tersebut mendorong partai-partai untuk menigkatkan kampanyenya hingga sampai ke pelosok-pelosok desa. Masing-masing partai berusaha untuk mendapatkan suara terbanyak.

B. Pelaksanaan Pemilihan Umum 1955

Diadakannya pemilu diharapkan dapat menciptakan stabilitas politik dan pemerintahan. Dengan pemerintahan yang kuat dan stabil diharapkan dapat melaksanakan program-program pembangunan. Pemilu direncanakan pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan pada tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota konstituante (dewan pembuat undang-undang dasar).

Setelah diumumkan pelaksanaan pemilu, maka fase kampanye dimulai dengan menyelenggarakan rapat-rapat raksasa. Beberapa partai yang akan mengikuti pemilu, yaitu PNI, Masyumi, PSII, PSI, NU, PKI, PIR, PI Perti, Parkindo, Partai Katolik, PRN, Murba, dan Partai Buruh. Bahkan dari kelompok tentara, yang diprakarsai oleh A.H. Nasution pada tahun 1954 membentuk suatu organisai atau partai yang memiliki golongan tentara di parlemen. Partai inilah yang dikenal dengan IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia).

Wilayah Indonesia dalam pelaksanaan pemilu dibagi menjadi 16 daerah pemilhan yang meliputi 208 kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa dengan jumlah pemilih dalam pemilu pertama sekitar 39 juta orang. Penyelenggaraan pemilu pertama berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1953 dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1954.

Akhirnya pada tanggal 29 September 1955 pemilu dapat terlaksana dengan lancar, sekalipun semula ada ketegangan-ketegangan, namun berikutnya berlangsung dengan aman, tertib, dan disiplin. Kemudian pada tanggal 15 Desember1955 diselenggarakan pemilu untuk memilih anggota konstituante. Suasana pemilihan konstituante ini lebih tenang bila dibandingkan ketika pemilihan anggota DPR.

C. Hasil Pemilihan Umum Tahun 1955

Pemilu yang berhasil dilaksanakan pada tahun 1955 tersebut memunculkan empat partai terkemuka yang meraih kursi terbanyak di DPR dan konstituante. Keempat partai terkemuka yang meraih kusri terbanyak di DPR dan konstituante adalah Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdatul Ulama (NU), dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dominasi keempat partai tersebut tampak dari perimbangan kusri di DPR yang terdiri dari 272 kursi. Untuk kursi DPR Masyumi 60 kursi, PNI 58 kursi, NU 47 kursi, PKI 32 kursi, dan partai lain memperebutkan sisa 75 kursi, sedangkan perimbangan kursi konstituante 520 kursi. Masyumi 119 kursi, PNI 112 kursi, NU 91 kursi, PKI 80 kursi, dan partai lainnya memperebutkan sisa 118 kursi. Pelantikan anggota DPR hasil pemilu dilakukan pada tanggal 20 Maret 1956, sedangkan pada anggota Dewan Konstituante dilakukan pada tanggal 10 November 1956.