Showing posts with label biologi. Show all posts
Showing posts with label biologi. Show all posts

TUMBUHAN LUMUT (Metagenesis, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut)

Halo sobat, kali ini admin akan memberikan materi biologi yaitu Tumbuhan Lumut. Nah adapun yang akan dibahas mengenai tumbuhan lumut ini yaitu tentang metagenesis, ciri, struktur tubuh, dan juga klasifikasi tumbuhan lumut. Baiklah langsung saja simak materi tentang tumbuhan lumut dibawah ini.
TUMBUHAN LUMUT (Metagenesis, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut)

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut
Berikut ini merupakan beberapa ciri dari tumbuhan lumut hijau yang dapat dengan mudah kita ketahui. Dengan mengetahui ciri dari tumbuhan lumut ini, kita bisa membedakan tumbuhan lumut dengan tumbuhan lainnya. Berikut ciri-cirinya.

  • Bersifat makroskopis dengan tinggi rata-rata 1-2 cm. Lumut paling tinggi berukuran 40 cm.
  • Belum mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya.
  • Fase gametofit (tumbuhan lumut) dan sporofit (sporogonium).
  • Reproduksi seksual dengan penyatuan gamet. Gamet jantan dihasilkan di dalam arkegonium.
  • Reproduksi aseksual dengan spora dan gemma/kuncup.
  • Habitat di tempat lembab/basah.


Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut
Struktur tubuh lumut merupakan suatu bagian yang membangun tubuh tumbuhan lumut.

  • Tubuhnya bersifat multiseluler (bersel banyak).
  • Sel-sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
  • Batangnya tidak memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
  • Akar belum sempurna dan masih berupa rizoid.


Metagenesis Tumbuhan Lumut
Berdasarkan skema siklus hidup tumbuhan lumut, jelas tampak bahwa adanya fase sporofit didahului fase gametofit atau sebaliknya. Kedua fase itu terjadi secara bergantian. Peristiwa semacam itu disebut pergantian keturunan (generasi) atau metagenesis. Jadi, metagenesis adalah pergiliran keturunan antara fase gametofit dan fase sporofit. Pada tumbuhan lumut fase gameofit lebih dominan daripada fase sporofit.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut dibedakan menjadi tiga divisi sebagai berikut.

  1. Musci (lumut daun), mempunyai batang dan daun semu yang berdiri tegak. Contoh: Sphagnum sp. (lumut gambut), bryum sp. (hidup di tembok atau batuan yang lembab), dan Aerobrysis longissima (hidup sebagai epifit di hutan).
  2. Hepaticae (lumut hati), tubuh berupa lembaran (talus) yang terbagi atas beberapa lobus. Contoh: Marchantia polymorpha, M. berteroana, Ricciocarpus natans, dan R. frostil.
  3. Anthocerotaceae (lumut tanduk), memiliki sporofit yang berupa kapsul yang memanjang dan tumbuh seperti tanduk dari hamparan gametofit. Contoh: Anthoceros sp. dan Notothylus indica.


KULIT (Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan pada Kulit)

Halo kali ini admin mau bahas salah satu materi biologi kelas 9 yaitu Kulit. Kulit ini merupakan anggota tubuh yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Kulit memiliki banyak sekali bagian-bagian nya dan juga memiliki berbagai macam fungsi kulit. Tetapi selain bagian dan fungsinya tersebut, kulit juga sering sekali mengalami gangguan pada kulit tersebut.

Maka dari itu, sekarang mari kita simak materi tentang kulit ini secara lengkap baik itu bagian-bagian, fungsi, ataupun juga gangguan pada kulit semuanya akan kita bahas secara ringkas agar materi ini dapat kalian pahami dengan baik.
KULIT (Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan pada Kulit)

Kulit juga termasuk salah satu organ eksresi atau organ yang mengeluarkan zat sisa. Zat sisa yang dikeluarkan oleh kulit yaitu berupa keringat.

Bagian-Bagian Kulit
Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam.

Lapisan epidermis kulit terdiri atas:

a. Lapisan korneum terutama tersusun atas sel-sel yang mati dan mudah mengelupas.
b. Lapisan lusidum yang berwarna terang, hanya tampak pada kulit yang tebal, misalnya di telapak kaki.
c. Lapisan granulosum yang mengandung sel-sel bergranula yang menghambat pengeluaran air yang berlebihan.
d. Lapisan spinosum, merupakan lapisan paling tebal epidermi.
e. Lapisan germinativum (lapisan basale) yang tumbuh dan selalu membelah; dilapisan ini banyak ditemukan sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang menentukan warna kulit seseorang.

Pada lapisan epidermis terdapat ujung safar telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, gatal, dan nyeri, saluran kalenjar keringat, dan saluran kalenjar minyak.

Lapisan dermis atau lapisan yang berada disebelah dalam kulit terdiri atas:

a. Pangkal kalenjar keringat,
b. Pangkal kalenjar minyak
c. Akar rambut.
d. Pembuluh darah.
e. Ujung saraf penerima rangsang, yang terdiri atas:

  1. Pacini, sebagai penerima tekanan.
  2. Ruffini, sebagai penerima panas.
  3. Krause, sebagai penerima dingin.
  4. Meissner, sebagai penerima sentuhan.
bagian bagian kulit
bagian bagian kulit

Fungsi Kulit
Kulit memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.
a. Sebagai alat eksresi, yaitu mengeluarkan keringat dan minyak.
b. Sebagai pelindung tubu. Di kulit terdapat protein keratin (zat tanduk) yang dapat mencegah masuknya kuman dan air melalui kulit.
c. Mengatur suhu tubuh dan menjaga agar pengeluaran air tidak berlebihan.

Gangguan pada Kulit
Kadas, kudis, kurap, dan panu merupakan penyakit kulit yang umum dijumpai di daerah tropis. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh tungau dan jamur. Upaya menghindarinya adalah selalu menjaga kebersihan kulit, misalnya dengan mandi, mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun antiseptik. tidak mengenakan pakaian yang lembap, dan menghindari saling meminjam pakaian.

Jerawat juga merupakan gangguan yang umum terjadi pada kulit. Jerawat dapat disebabkan gangguan kronis pada kalenjar minyak. Jerawat biasanya dialami oleh remaja yang sedang mengalami masa pubertas baik itu pria ataupun wanita.

Sistem Eksresi Ginjal (Bagian Nefron, Proses Pembentukan Urine, dan Gangguan pada Ginjal)

Halo sobat kali ini admin akan membahas materi biologi kelas 9 yaitu Ginjal sebagai Sistem Eksresi pada Manusia. Manusia memiliki 5 sistem eksresi tetapi kali ini admin akan membahas ginjal terlebih dahulu. Nah adapun yang akan kita bahas kali ini tentang ginjal adalah bagian-bagian nefron, proses pembentukan urin, dan yang terakhir adalah gangguan pada ginjal.

Ginjal merupakan alat eksresi yang membentuk dan mengeluarkan urine. Ginjal terdiri atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), ureter, dan rongga ginjal (pelvis). Di bagian korteks ginjal terdapat nefron.
struktur ginjal manusia

Bagian-Bagian Nefron

Nefron adalah tempat utama terjadinya penyaringan darah pada ginjal. Bagian utama penyusun nefron adalah badan Malpighi dan tubulus ginjal.
bagian bagian nefron pada ginjal

Berikut merupakan bagian-bagian yang terdapat pada Malpighi.
  1. Glomerulus, merupakan pembuluh darah kapiler tempat darah disaring (difiltrasi). Zat sisa yang tidak berguna dan beberapa zat yang berguna dengan kadar berlebih akan masuk ke kapsula Bowman.
  2. Kapsula Bowman, merupakan selaput pembungkus glomerulus untuk menyaring (filtrasi). Hasil filtrasi akan masuk ke tubulus ginjal.
Bagian-bagian yang membangun tubulus ginjal adalah sebagai berikut.
  1. Tubulus kontortus proksimal.
  2. Lengkung Henle.
  3. Tubulus kontortus distal.
  4. Tubulus kolektivus.

Proses Pembentukan Urine

Proses pembentukan urine terdiri atas tiga tahap, tahap-tahap tersebut yang pertama adalah proses filtrasi (penyaringan), kemudian proses reabsorpsi (penyerapan kembali), dan proses yang terakhir dalam pembentukan urine adalah sekresi tubular. Untuk lebih jelasnya akan saya uraikan sebagai berikut.

1. Filtrasi (Penyaringan)
Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung di dalam badan Malpighi yaitu dari glomerulus ke kapsula bowman, filtrat hasil filtrasi disebut urine primer, dalam urine primer masih terdapat zat lain yang berguna yaitu : air, glukosa, dan garam mineral seperti ion natrium (Na+) dan ion kalsium (Ca2+).

2. Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)
Reabsorpsi merupakan proses penyerapan  kembali zat dalam urine primer yang masih berguna, filtrat hasil reabsorpsi disebut urine sekunder , ada dua macam reabsorpsi yaitu reabsorpsi obligat dan fakultatif.

Reabsorpsi obligat berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal  hingga tubulus kontortus distal. Reabsorpsi obligat selalu berlangsung pada setiap keadaan dengan volume urine yang sama.

Reabsorpsi fakultatif berlangsung di tubulus distal dan tubulus kolektivus, pada kondisi tertentu, reabsorpsi fakultatif dibantu oleh hormon, misalnya reabsorbsi air dibantu oleh hormone antideuritika (ADH), dan reabsorbsi kalsium dibantu oleh hormone paratiroid  (PTH). Hasil reabsorpsi ini  berupa urine sekunder yang komposisinya mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi member warna dan bau pada urine.

3. Sekresi tubular (Augmentasi)
Sekresi tubular atau yang lebih sering disebut dengan augmentasi adalah proses pemindahan zat dari dalam darah ke tubulus distal. misalnya sekresi ion hidrogen (H+) dan ion kalium (K+). Filtrat hasil sekresi merupakan urin sesungguhnya. Urine sesungguhnya masih dapat direabsorpsi bahkan sampai urine berada di tubulus pengumpul (kolektivus).

Zat yang ada dalam urin adalah air, mineral, vitamin, sisa obat, hormon, urea, asam urat, dan kreatinin. Dalam keadaan tidak normal, urin juga mengeluarkan gula yang berlebih, misalnya pada penderita kencing manis (diabetes melitus).

Diabetes melitus terjadi karena penderita kekurangan hormon insulin. Fungsi insulin adalah merangsang pengubahan glukosa menjadi glikogen.

Gangguan pada Ginjal

Gangguan yang dapat terjadi pada ginjal adalah sebagai berikut.
  1. Diabetes melitus, dikenal dengan istilah kencing manis, yaitu urin mengandung gula yang terjadi karena kekurangan hormon insulin.
  2. Diabetes insipidus, yaitu pengeluaran urin yang berlebihan yang terjadi karena penderita kekurangan hormon ADH.
  3. Infeksi ginjal, terjadi karena masuknya bibit penyakit melalui saluran urine.
  4. Batu ginjal, terbentuk karena asam urat atau pengapuran.
  5. Gagal ginjal, ginjal tidak dapat berfungsi lagi sebagai filtrasi, yaitu membuang zat sisa dari darah ke urin dan mengembalikan zat yang masih berguna ke dalam darah.
Kelainan ginjal umumnya dipicu oleh gaya hidup yang kurang baik. Selain itu, kelainan ginjal juga dapat terjadi karena faktor genetis (keturunan). Diabetes melitus dan batu ginjal dapat terjadi karena pola makan yang kurang baik. Infeksi ginjal dapat terjadi melalui saluran kelamin.

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan ginjal diperlukan pola hidup yang baik, misalnya pola makan berimbang, rajin berolahraga, minum air putih secara teratur, dan menjaga kebersihan alat kelamin.

Manfaat Virus Bagi Kehidupan Manusia

Manfaat Virus Bagi Kehidupan Manusia ~ Kita mengetahui bahwa virus merupakan hewan mikro yang dimana tidak ada gunanya dan sangat tak bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia, ternyata kita salah dalam menaggapinya. Ternyata dari keburukan virus masih ada sisi manfaatnya, bahkan sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Kali ini saya akan menjelaskan dan memaparkan beberapa manfaat yang bisa kita ambil dari yang namanya virus. Langsung aja untuk penjelasannya, silahkan simak baik-baik :

Manfaat Virus Bagi Kehidupan Manusia


  • Virus kali ini dapat digunakan untuk menghasilkan interferon yang dimana merupakan senyawa yang digunakan untuk mencegah replikasi virus dalam sel inang.
  • Virus kali ini juga digunakan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit pada manusia seperti: sabin dan vaksin Salk untuk mencegah vaksin pasteur penyakit polio untuk mencegah rabies.
  • Virus kali ini juga dapat digunakan sebagai antibakteri karena dapat menghancurkan bakteri yang mengganggu produk makanan yang diawetkan, misalnya dalam pengawetan tahu dan tempe.
  • Virus kali ini juga dapat digunakan sebagai bahan untuk insulin. Misalnya, virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama-sama dengan gen yang memproduksi insulin ke dalam bakteri atau zat lain sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan secara bersamaan memproduksi insulin, atau zat lain.
  • Beberapa virus juga dapat digunakan untuk re-kombinasi genetika. Melalui terapi gen, inveksi menyebabkan gen yang terkandung dalam virus dapat berubah menjadi gen baik (gen Penyembuh).
  • Berguna sebagai antibodi virus dalam serum darah sebagai sekresi selaput lendir yang membantu tubuh menghancurkan zat-zat asing seperti virus (virus terhadap virus).
  • Virus juga berguna sebagai sistem model untuk mempelajari peristiwa yang mengontrol informasi genetik, karena virus kali ini sebenarnya potongan-potongan informasi genetik yang berbeda dari informasi genetik sel.
Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai manfaat virus bagi kehidupan dan kebutuhan hidup manusia. Semoga apa yang telah saya sampaikan tadi bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita tentang virus dan manfaatnya.

Siklus Mentruasi Pada Wanita

Siklus Mentruasi Pada Wanita ~ Menstruasi adalah perdarahan menstruasi yang terjadi karena luruhnya dinding bagian dalam rahim (endometrium) yang mengandung banyak pembuluh darah. Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima implantasi embrio. Jika tidak ada implantasi embrio dari lapisan ini akan ditumpahkan, darah keluar melalui serviks dan vagina. Perdarahan ini terjadi secara berkala, interval antara periode menstruasi berikutnya dikenal sebagai salah satu dari siklus menstruasi.
Siklus Mentruasi Pada Wanita


Siklus menstruasi wanita berbeda, tetapi pada rata-rata berkisar 28 hari. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagai hari pertama siklus menstruasi. Siklus ini terdiri dari empat fase: fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pasca-ovulasi.

1. fase menstruasi
Terjadi ketika telur tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Penurunan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan endometrium disertai dengan pelepasan ovum dari endometrium dan luruhnya robek, menyebabkan perdarahan. Fase menstruasi berlangsung sekitar 5 hari. Darah yang keluar selama periode berkisar antara 50-150 mili liter

2. Tahap pra-ovulasi atau fase proliferasi
Hormon gonadotropin pembebas disekresi oleh hipotalamus merangsang hipofisis untuk mensekresikan FSH. FSH merangsang pematangan folikel dan merangsang folikel untuk melepaskan hormon estrogen. Kehadiran estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) dari dinding endometrium. Kadar estrogen meningkat juga menyebabkan leher rahim (leher rahim) untuk menghapus basis lendir. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan lingkungan asam dari vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.

3. Langkah Ovulasi
Jika siklus menstruasi wanita dari 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke-14 tingkat estrogen meningkat menghambat sekresi FSH, hipofisis untuk mensekresikan LH. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.

4. Fase atau sekresi fase pasca-ovulasi
Berlangsung selama 14 hari sebelum haid berikutnya. Meskipun panjang siklus menstruasi berbeda, fase pasca-ovulasi selalu sama, yaitu 14 hari sebelum haid berikutnya. De Graaf folikel (follicle dewasa), yang telah merilis oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon estrogen, tetapi tidak sebanyak ketika bentuk folikel.

Progesteron mendukung kerja estrogen menebal dan muncul pembuluh darah di endometrium serta menyiapkan endometrium untuk menerima implantasi embrio jika pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albicans hanya sedikit mensekresikan hormon, progesteron dan estrogen tingkat sangat rendah. Situasi ini menyebabkan menstruasi dan sebagainya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai "Siklus Menstruasi pada Wanita", semoga bermanfaat bagi kita semua terutama pada wanita dan sampai jumpa lagi.

Macam-Macam jenis Protista Mirip Hewan

Macam-Macam jenis Protista Mirip Hewan ~ Protista yang makhluk hidup bersel tunggal atau yang telah memiliki banyak membran inti (eukariotik). Jenis makhluk hidup tidak termasuk dalam kelompok tanaman, hewan, dan jamur. Mereka hanya menyerupai makhluk hidup.



Protozoa uniseluler sudah memiliki organel sel seperti membran plasma, mitokondria, sitoplasma, dan inti sel. Dengan cara gerak protozoa dapat dibagi menjadi: Rhizopoda, Ciliata, flagelata dan Sporozoa. Bereproduksi secara aseksual dengan memisahkan diri, sementara seksual dengan konjugasi (campuran individu yang tidak diketahui gender).

a. Rhizopoda
Tempat Rhizopoda hidup di air tawar, air laut, tempat basah, tetapi ada juga tinggal dalam tubuh organisme lain (hewan dan manusia). Mudah untuk belajar, kita mengambil contoh nya, yaitu Amoeba.

Bentuk amuba tidak tetap (berubah), bagian luar tubuhnya ditutupi dengan membran membran sel / plasma sebagai isi sel pelindung. Membran ini berfungsi untuk membentuk kaki semu (pseudopodia), pertukaran gas (O2 dan CO2), masukkan makanan (fagositosit), ekskresi, serta merespon rangsangan dari lingkungan. Sitoplasma dibagi menjadi ektoplasma atau plasma luar lebih tebal dari endoplasma (plasma dalam). Bagian tengah tubuh terdapat inti, ada dua jenis vakuola, yang kontraktil dan vakuola non-kontraktil.

Ada dua jenis Amoeba, yaitu Ektoamoeba dan Entamoeba. Ektoamoeba adalah amuba yang hidup bebas di luar tubuh yang hidup, misalnya Amoeba Proteus, Chaos carolinese. Entamoeba adalah amuba yang hidup di dalam tubuh organisme, seperti Entamoeba histolytica, yang hidup di usus kecil, parasit, dapat menyebabkan disentri amoebawi (amoebiasis, kerusakan jaringan tubuh, yaitu eritrosit dan bening, sehingga feses pasien dengan darah dan lendir).

B. Flagelata
Flagelata fitur karakteristik cambuk flagel / bulu sebagai alat gerak di salah satu ujung tubuh, yang berfungsi untuk menaruh makanan ke dalam mulutnya. Sebagian hidup bebas, saprofor sisa-sisa organisme tetapi beberapa adalah parasit pada hewan dan manusia. Flagelata dibagi menjadi dua, yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata.

C. Ciliata
Ciliata disebut Ciliophora, memiliki silia bergetar atau rambut yang merata di seluruh permukaan tubuh atau pada bagian-bagian tertentu dari tubuhnya. Ini getar rambut yang digunakan untuk memindahkan di perairan. Gerakan dengan bergetar seluruh silianya sehingga dapat dipindahkan. Habitat di lingkungan perairan (air tawar / laut) yang kaya bahan organik.

Ada banyak bentuk seperti sandal, lonceng, corong dan sebagainya. Hewan berbentuk seperti sandal mudah untuk mendapatkan di perairan yang mengandung banyak sisa-sisa tanaman (misalnya air rendaman jerami), misalnya, Paramecium caudatum.

Paramaecium ini dapat memiliki dua inti, yaitu inti mikro makro dan inti, serta memiliki vakuola kontraktil sebagai pengatur osmoregulasi.
Reproduksi aseksual Paramaecium adalah untuk membagi biner, sedangkan reproduksi seksual.

Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi

Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi - Penerapan bioteknologi dalam kehidupan, biasanya digunakan pada mikroorganisme. Mikroorganisme memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap perkembangan bioteknologi di berbagai bidang aspek kehidupan. Untuk lebih jelas dan rinci dalam peran mikroorganisme dalam aplikasi biologi, saya akan menjelaskan sebagai berikut.
Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi


Peranan Mikroorganisme Terhadap Penghasil Makanan atau Minuman

Mikroorganisme dapat digunakan untuk membuat tempe, kecap, cuka, oncom, dan makanan lainnya. Saat ini, pembuatan bahan makanan dikembangkan secara ilmiah dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, nata de coco, anggur bir dan yang modern lainnya. Proses pembuatan tempe masih perlu ditingkatkan oleh berbagai penelitian sebagai tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama protein nabati dan memiliki beberapa properti termasuk menurunkan kolesterol darah.
Contoh mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan produk makanan, antara lain:

  • Lactobacillus bulgaricus ( berperan dalam pembuatankeju dan yoghurt)
  • Rhizopus oligospurus (berperan dalam pembuatan tempe)
  • Penecilium camemberti dan Penecillium requeforti ( berperan dalam pembuatan keju)
  • Acetobacter xylinum (berperan dalam pembuatan nata de coco)
  • Saccharomyces cerevisiae (berperan dalam pembuatan roti dan tapai)
  • Aspergillus wentii (berperan dalam pembuatan kecap)

Peranan Mikroorganisme Terhadap Penghasil Protein Sel Tunggal (PST)

Mikroorganisme, seperti ganggang, jamur, maupun bakteri, dapat menghasilkan protein. Protein ini berada di dalam sel, bukan merupakan bahan yang disekresikan oleh sel.

a. Kelebihan Protein Sel Tunggal
PST sangat menguntungkan karena dapat digunakan sebagai sumber protein. Hal ini dikarenakan:
1) Secara umum, organisme dapat membelah dengan cepat.
2) Tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.
3) Bisa hidup di pembuangan sampah, seperti selulosa, limbah minyak, atau limbah organik lainnya.
4) mikroorganisme yang seperti ganggang dapat memanfaatkan energi cahaya untuk digunakan sebagai penghasil Protein Sel Tunggal.
Contoh protein sel tunggal adalah Spirulina dan Chorella.

b. Kelemahan Protein Sel Tunggal
Ada beberapa kelemahan Protein Sel Tunggal, antara lain:
  1. PST memiliki dinding sel terdiri dari selulosa, terutama ganggang, sedangkan manusia tidak bisa mencerna selulosa.
  2. PST dihasilkan kurang menarik, seperti jelly.
  3. Isi asam nukleat dari Protein Sel Tunggal cukup tinggi dan sulit dicerna dan dapat menyebabkan asam urat.

Peranan Mikroorganisme Terhadap Penghasil Zat Organik

Beberapa mikroorganisme dapat juga menghasilkan sebuah zat organik, seperti etanol, asam asetat, asam sitrat, aseton, dan gliserol. Zat organik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti minuman.

Untuk menghasilkan etanol (alkohol) diperlukan sel ragi dengan bahan baku karbohidrat, seperti singkong dan padi. Proses manufaktur sering disebut sebagai fermentasi (proses fermentasi). Proses ini berlangsung di anaerob dan menghasilkan karbon dioksida dalam bentuk gelembung udara.

Itulah beberapa penjelasan saya mengenai Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi, semoga apa yang telah saya sampaikan pada topik kali ini bermanfaat bagi kita semua dan akan menambah wawasan ilmu pengetahuan kita dalam hal mikroorganisme dan terimakasih sudah berkunjung ke tempat kami.
Cabang Ilmu Biologi Beserta Artinya (Bagian 1)

Cabang Ilmu Biologi Beserta Artinya (Bagian 1)

Cabang Ilmu Biologi Beserta Artinya (Bagian 1), Ilmu biologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang seluruh alam dan isinya, baik itu mengenai tumbuhan, hewan dan manusia. Sebenarnya untuk mempelajari biologi sangatlah luas, karena ada banyak sekali pembelajaran yang kita dapatkan dari belajar ilmu biologi.

cabang ilmu biologi


Kali ini saya akan memberikan penjelasan mengenai cabang-cabang ilmu biologi beserta pengertiannya, ada banyak sekali padahal cabang ilmu biologi, bahkan kalau tidak salah mencapai lebih dari 200 cabang dan seluruhnya memiliki makna dan pengertian yang berbeda.

Berikut daftar Cabang Ilmu Biologi beserta pengertiannya :

1. Acarologi, ilmu biologi yang berkaitan  Acarina (tungau).
2. Agronomi, ilmu biologi yang berkaitan  tentang budidaya tanaman.
3. Algologi, ilmu biologi yang berkaitan  ganggang.
4. Anatomi atau anatomi, ilmu biologi yang berkaitan  tentang bagian tubuh.
5. Perbandingan Anatomi, pengetahuan tentang persamaan dan perbedaan dalam anatomi makhluk hidup.
6. Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
7. Apiari, ilmu biologi yang berkaitan  tentang lebah, termasuk peternakan lebah.
8. Arachnologi, ilmu biologi yang berkaitan  laba-laba.
9. Artrologi, ilmu biologi yang berkaitan  tentang sendi (penyakit sendi).
10. Bakteriologi, ilmu biologi yang berkaitan  bakteri.
11. Bioinformatika, ilmu biologi yang berkaitan  tentang penerapan teknik komputasi untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis.
12. Biologi Molekuler, ilmu biologi yang berkaitan  biologi pada tingkat molekul.
13. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mempelajari tentang peternakan.
14. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup.
15. Biofisika. cabang biologi yang meneliti penerapan berbagai perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan berbagai fenomena biologis atau biologis.
16. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keanekaragaman hayati didasarkan pada ruang dan waktu.
17. biostatistik, (senyawa statistik biologi, kadang-kadang disebut sebagai biometri atau biometrik) adalah aplikasi ilmu statistik dalam ilmu biologi.
18. Bioteknologi, adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penggunaan organisme hidup serta produk dari organisme hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
19. Botani, ilmu biologi yang berkaitan  tentang tanaman.
20. Bryologi, ilmu biologi yang berkaitan  lumut.
21. Dendrologi, ilmu biologi yang berkaitan  pohon dan tanaman berkayu lainnya, seperti liana dan semak-semak.
22. Dermatology, ilmu biologi yang berkaitan  tentang kulit dan penyakit.
23. Ekologi, ilmu biologi yang berkaitan  tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
24. Epidemiologi, ilmu biologi yang berkaitan  penularan penyakit.
25. Embriologi, ilmu biologi yang berkaitan  perkembangan embrio.
26. Endokrinologi, ilmu biologi yang berkaitan  tentang hormon.
27. Entomologi, ilmu biologi yang berkaitan  tentang serangga.
28. Etnobotani, ilmu biologi yang berkaitan  tentang hubungan antara manusia dan tanaman.
29. Etnozoologi, ilmu biologi yang berkaitan  tentang hubungan antara manusia dan hewan.
30. Etologi, cabang zoologi yang mempelajari perilaku atau perilaku hewan, serta mekanisme faktor.

Itulah beberapa bagian cabang ilmu biologi yang bisa saya sampaikan, sebenarnya masih banyak lagi urutannya. Terimakasih sudah membacanya sampai akhir, semoga ini semua bermanfaat bagi kita semua dan terimakasih.

Struktur Tingkat Organisasi Kehidupan (Molekul, Sel, Jaringan, Organ, Individu, Populasi, Ekosistem, dan Bioma)

Halo sobat kali ini admin akan membahas tingkat organisasi kehidupan. Materi ini merupakan materi biologi kelas X yang telah saya pelajari. Struktur organisasi kehidupan ini terdiri dari delapan tingkat mulai dari molekul sel hingga bioma (biosfir). Berikut merupakan struktur yang menyusun tingkat organisasi kehidupan: sel> jaringan > organ > individu > populasi > ekosistem > bioma.
tingkat struktur organisasi kehidupan


1. Organisasi Tingkat Molekul
Organisasi tingkat molekul adalah organisasi kehidupan pada tingkat paling rendah karena materi penyusunnya hanya terdiri atas asam nukleat, yaitu Asam Deoksi Ribonukleat (ADN) atau Asam Ribonukleat (ARN) dan protein, contohnya virus (lihat gambar dibawah). Virus berukuran (2 – 20) milimikron, hanya dapat hidup di dalam sel yang hidup, dan dapat berkembang biak. Virus merupakan bentuk peralihan antara benda hidup dan benda mati karena dapat berbentuk kristal.
virus sebagai struktur organisasi kehidupan tingkat molekul
virus sebagai struktur organisasi kehidupan tingkat molekul

2. Organisasi tingkat sel
Tiap makhluk hidup terdiri dari sel. Teori ini disebut teori sel, dikembangkan oleh Schleiden (1804 – 1881) dan Schwann (1810 – 1892). Keduanya berkebangsaan Jerman. Amoeba dan Paramaecium yang hanya terdiri atas sebuah sel tergolong organisme bersel tunggal atau uniseluler, sedangkan organisme yang tersusun dari banyak sel disebut organisme bersel banyak atau multiseluler.
Organisasi tingkat sel

Pada umumnya mikroorganisme yang tergolong dalam kingdom monera dan protista hanya terdiri dari inti sel. Sejarah penelitian tentang sel periode pertama berjalan 200 tahun. Diawali oleh Robert Hooke (1635 – 1703) yang mengamati sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop.


Kemudian Schleiden (1804 – 1881) dan Schwann (1810 – 1882) yang mengadakan pengamatan berulang-ulang terhadap sel-sel hewan dan tumbuhan dengan mikroskop. Pada tahun 1831 Robert Brown seorang ahli biologi dari Scotlandia, melaporkan pengamatannya tentang adanya benda kecil yang terapung dalam cairan sel yang disebut sebagai inti sel atau nukleus.

Penyelidikan sel selanjutnya terfokus pada cairan sel yang disebut protoplasma oleh Felix Dujardin (1835), Johannes Purkinje (1787 – 1869) dan Max Schultze (1825 – 1874). Teori sel yang semula hanya menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktural dari kehidupan, ditambah dengan pernyataan bahwa sel juga merupakan kesatuan fungsional dari kehidupan. Rudolf Virchow pada tahun 1858 menyatakan bahwa semua sel berasal dari sel-sel juga (omnis cellula cellula), maka dengan kata lain, sel juga merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup.

Periode kedua sejarah penelitian sel adalah eksperimeneksperimen, salah satu hasilnya adalah diketahui adanya faktor menawan yang terdapat di dalam nukleus, yaitu kromosom. Berdasarkan pengetahuan itu, maka dapat dikatakan bahwa sel merupakan kesatuan hereditas. Penemuan yang paling modern saat ini adalah adanya mikroskop elektron yang dapat memberikan gambar dengan skala 1.000.000 ?? ukuran benda yang sesungguhnya.

3. Organisasi tingkat jaringan
Sel merupakan kesatuan bentuk kehidupan (teori sel). Di dalam tubuh organisme multiseluler terdapat banyak sel yang berbeda bentuk dan fungsinya. Bentuk dan susunan sel tergantung pada letak dan fungsinya di dalam tubuh. Sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya membentuk kelompok yang disebut jaringan. Untuk dapat membentuk suatu jaringan, sel mengalami perubahan bentuk dan fungsinya.
organisasi kehidupan tingkat sel

Sel-sel yang mengalami perubahan biasanya pada jaringan embrionel, misalnya jaringan meristem pada titik tumbuh suatu tumbuhan membentuk jaringan epidermis, jaringan pembuluh, dan lain-lain. Pada hewan juga terjadi perubahan yang demikian, zigot mengalami pembelahan sel membentuk blastula. Pada perkembangan selanjutnya sel-sel penyusun blastula berubah bentuk dan fungsinya menjadi berbagai jaringan tubuh, seperti jaringan kulit, jaringan otot, dan lain-lain.

4. Organisasi tingkat organ
Jaringan sebagai suatu organisasi sel belum dapat berfungsi dalam tubuh organisme jika tidak bekerja sama dengan jaringan yang lain, jantung misalnya harus dilengkapi dengan jaringan otot, jaringan saraf, jaringan darah, jaringan ikat, dan jaringan epitel. Jaringan-jaringan tersebut bekerja sama agar jantung dapat bekerja dengan baik.
organisasi kehidupan tingkat organ

Jantung adalah organ atau alat tubuh. Organ tubuh yang lain misalnya ginjal, liver, dan paru-paru. Organ-organ ini pun mempunyai organisasi tertentu untuk membentuk sistem tertentu pula. Misalnya sistem pernapasan terdiri atas beberapa organ antara lain hidung, rongga hidung, tenggorokan, cabang batang tenggorokan dan paru-paru. Organisasi semacam ini disebut sistem organ.

5. Organisasi tingkat individu
Dalam tubuh kita terdapat berbagai macam sistem organ. Seluruh sistem itu saling berinteraksi melaksanakan suatu fungsi dalam tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup yang terdiri atas berbagai sistem organ disebut satu individu. Setiap manusia termasuk individu. Demikian pula tiap-tiap ekor semut dalam sekelompok semut atau tiap-tiap ekor domba dalam kawanannya dan tiap pohon teh dalam sebuah perkebunan.
organisasi kehidupan tingkat individu

6. Organisasi tingkat populasi
Kita dikelilingi berbagai jenis makhluk hidup yang bermacam-macam, misalnya ayam, mangga, pepaya, kambing, dan lain-lain. Populasi merupakan tingkatan organisasi yang terdiri atas sekelompok individu sejenis yang menempati ruang dan waktu yang sama. Apabila berbicara mengenai populasi, kita harus menyebutkan jenis individu yang dibicarakan dalam batas waktu dan tempat tertentu. Misalnya populasi pohon bakau di hutan mangrove pada tahun 1990. Kita tidak dapat mengatakan bahwa pohon bakau yang hidup di hutan mangrove dan di pesisir pantai selatan adalah satu populasi, karena tempatnya berbeda.
organisasi kehidupan tingkat populasi

7. Organisasi tingkat ekosistem
Makhluk hidup hanya dapat hidup di tempat-tempat dengan syarat-syarat tertentu untuk hidupnya, misalnya bakaubakau tumbuh di pantai, lumut hidup di tempat-tempat lembap, dan pohon kurma hidup di tempat-tempat kering. Namun, ada juga makhluk hidup yang tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dapat hidup di berbagai tempat yang keadaannya berlainan.

Berbagai jenis makhluk hidup yang memerlukan syarat lingkungan sama dan dalam beberapa hal saling membutuhkan, biasanya akan hidup bersamaan. Misalnya di persawahan terdapat padi, katak, ulat, dan tikus. Kelompok organisme yang hidup bersama-sama disebut komunitas. Setiap organisme hidup dalam lingkungannya masingmasing, lingkungan biotik dan lingkungan abiotiknya. Lingkungan biotik, yaitu semua organisme yang terdapat di sekelilingnya. Adapun lingkungan abiotik, yaitu faktor-faktor seperti iklim (suhu, kelembapan, cahaya) dan tempat hidupnya (tanah, air, udara).
organisasi kehidupan tingkat ekosistem

Untuk mendapatkan energi dan materi yang diperlukan untuk hidupnya, semua komunitas bergantung kepada lingkungan abiotik. Organisme produsen memerlukan energi, cahaya, oksigen, karbon dioksida, air, dan garam-garam dari lingkungan abiotik. Setelah materi dan energi diuraikan produsen, hasilnya dapat diteruskan kepada konsumen tingkat pertama. Kemudian ke konsumen tingkat kedua dan seterusnya. Materi dan energi yang berasal dari lingkungan abiotik akan kembali lagi ke lingkungan abiotik lagi. Dengan demikian komunitas dan lingkungan abiotiknya merupakan suatu sistem. Setiap sistem demikian dinamakan ekosistem.

8. Organisasi tingkat bioma
Semua komunitas biotik berhubungan dengan komunitas biotik lain di sekelilingnya. Demikian pula ekosistem berhubungan dengan ekosistem lain di sekelilingnya. Ekosistem hutan berhubungan dengan ekosistem sungai. Ekosistem sungai berhubungan dengan laut. Dengan demikian, semua ekosistem di bumi ini saling berhubungan, sehingga bumi merupakan suatu ekosistem besar disebut juga biosfer.
organisasi kehidupan tingkat bioma
contoh bioma

VITAMIN (Pengertian, Manfaat dan Macam-Macam Vitamin

Hai sahabat semua, kali ini saya mau berbagi sebuah materi mengenai vitamin. Tapi yang akan kita bahas pada artikel ini tidak hanya pengertian vitamin saja, tetapi juga mengenai macam-macam vitamin dan manfaat vitamin bagi tubuh kita.

Pasti dari kalian sudah sering mendengar istilah vitaminkan? Ya istilah vitamin sudah sangat sering kita dengar, saat kita masih duduk dibangku SD, kita sudah mendapat pelajaran mengenai vitamin.

Vitamin sangat penting bagi tubuh kita, walau sebenarnya tubuh kita hanya membutuhkannya dalam jumlah yang sedikit. Vitamin ini dibutuhkan oleh tubuh agar kondisi kita tetap fit dan tidak mudah terserang penyakit.

Nah tidak usah berlama-lama, langsung saja kita bahas tentang apa itu vitamin.

Apa itu Vitamin?

Pengertian Vitamin yang Perlu diketahui

Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang esensial yang berperan dalam pertumbuhan dan fungsi biologis tubuh lainnya.

Seperti yang sudah saya utarakan pada pembahasan diatas, tubuh kita memerlukan yang namanya asupan vitamin. Tetapi vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita dalam kadar yang sedikit. Tapi walaupun begitu, jika tubuh kita sampai kekurangan yang namanya vitamin, maka akan membuat kita terserang penyakit yang bernama Avitaminosis atau penyakit kekurangan vitamin.

Jadi untuk menjaga kesehatan tubuh kita, sudah sepatutnya kita memerhatikan makanan yang kita konsumsi serta vitamin yang ada didalamnya.

Macam-Macam Vitamin dan Sumber Makanannya

Selanjutnya kita akan membahas macam-macam dari vitamin, nah yang akan kita jadikan acuan untuk membagi macam-macam vitamin tersebut adalah berdasarkan larut tidaknya vitamin tersebut dalam air dan lemak, lebih detailnya sebagai berikut:

1. Vitamin yang Larut Dalam Air

Untuk jenis vitamin yang larut dalam air, ada 2 yaitu vitamin B dan vitamin C. Berikut untuk detail lengkapnya:

Vitamin B

Vitamin B dibagi menjadi beberapa macam, antara lain yaitu B1, B2, B3, B5, B6, B11, dan B12. Kita akan membahasnya satu persatu:

  1. Vitamin B1,berperan dalam proses metabolisme karbohidrat serta penyerapan air dan lemak didalam tubuh. Perlu diperhatikan, jika kalian kekurangan vitamin ini, maka kalian akan terkena penyakit beri-beri. Untuk  mencegahnya kalian bisa mengkonsumsi makanan seperti daging, kacang-kacangan, ikan, dan hati.
  2. Vitamin B2 berperan dalam merangsang saraf mata agar bekerja optimal. Jika kekurangan vitamin ini, maka akan mengakibatkan gangguan penglihatan. Untuk mencegahnya sobat bisa mengkonsumsi makanan seperti telur, keju, sayur, dan hati.
  3. Vitamin B3 berperan dalam mencegah penyakit yang bernama pelagra. Untuk mencegahnya kalian bisa mengkonsumsi bayam, kol, usus dan tomat.
  4. Vitamin B5 berperan dalam menjaga kandungan konsentrasi gula darah agar tetap berada diambang normal. Vitamin ini banyak terdapat pada buah-buahan, kuning telur dan daging.
  5. Vitamin B6 berperan dalam pembentukan sel darah serta merangsang kerja urat saraf. Vitamin jenis ini banyak terdapat pada biji-bijian, sayur dan buah-buahan.
  6. Vitamin B11 berperan dalam proses pembentukan sel darah. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan penyakit kekurangan darah akut atau anemia akut.
  7. Vitamin B12 berperan dalam mencegah penyakit anemia. Vitamin ini banyak terdapat pada susu, hati dan ikan.

Vitamin C

Vitamin C sangat diperlukan oleh tubuh kita dalam mencegah penyakit sariawan, masalah gusi berdarah, dan darah sukar membeku. Jika kalian ingin mencegah berbagai penyakit tadi, kalian bisa mengkonsumsi buah-buahan seperti jeruk, mangga dan buah lainnya.

2. Vitamin yang Larut Dalam Lemak

Vitamin A
Vitamin ini berperan dalam mencegah penyakit mata dan menjaga kesehatan tubuh kita agat tetap bugar. Jika seseorang kekeurangan vitamin A, maka orang tersebut akan mudah sekali terserang penyakit mata, kulit pecah-pecah, dan pendarahan pada selaput usus dan ginjal. Sumber vitamin A bisa kalian temui pada sayur-sayuran yang berwarna kuning, telur, susu, dan minyak hewani.

Vitamin D
Vitamin D berperan dalam menjaga kesehatan tulang kita. Jika kita kekurangan vitamin ini, maka kesehatan tulang kita akan terganggu dan mudah sekali terserang penyakit seperti rakitis, dan penyakit tulang lainnya. Untuk mencegahnya kalian bisa memakan makanan seperti minyak ikan, susu, kuning telur, dan mentega.

Vitamin E
Vitamin E berperan dalam menjaga kesuburan terutama pada wanita. Dengan adanya kandungan vitamin E yang pas dalam tubuh seorang wanita maka akan semakin baik. Pasalnya vitamin E bisa mencegah kemandulan dan keguguran.Sumber vitaminnya bisa kalian dapatkan dengan mengkonsumsi toge, kuning telur, ragi dan lemak.

Vitamin K
Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah pada tubuh. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan darah sukar membeku dan jika tidak segera ditangai akan berujung pada kematian. Untuk mencegahnya silahkan kalian konsumsi sayur-sayuran, toge, biji-bijian dan hati.

Manfaat Vitamin bagi Tubuh

Manfaat Vitamin bagi Tubuh Kita

Dengan jumlah yang pas dalam tubuh, vitamin akan sangat bermanfaat. Berikut beberapa manfaatnya:
  1. Mampu mencegah berbagai penyakit
  2. Mempertahankan fungsi jaringan agar tetap normal
  3. Membantu berbagai proses penting dalam tubuh
  4. Berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel
Nah itu dia artikel mengenai pengertian dari vitamin, macam-macam vitamin serta manfaatnya bagi tubuh kita, semoga bermanfaat bagi sobat semua. Terima Kasih.

Tugas Pertanyaan dan Jawaban tentang Enzim

Oke sobat, pada kesempatan ini saya akan membagikan tugas biologi kelas XII yaitu membuat pertanyaan seputar enzim. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan seputar enzim yang ada dibenak saya, karena enzim merupakan salah satu zat penting yang sangat berguna dan bermanfaat bagi tubuh kita. Langsung saja kita simak pertanyaan nya dibawah ini.

Pertanyaan
1. Apa pengertian enzim dan funsinya?
2. Bagaimana sifat sifat enzim?
3. Bagaimana struktur dari enzim?
4. Apa saja macam macam enzim?
5. Bagaimana cara kerja enzim?
6. Apa saja faktor yang mempengaruhi kerja enzim?

Jawaban
1. Pengertian Enzim dan Fungsinya
Enzim adalah suatu biokatalisator yang dapat bertindak menguraikan molekul yang rantainya panjang menjadi lebih sederhana, serta dapat juga membantu mekanisme reaksi yang mana tergantung pada enzimnya. Walaupun enzim ikut serta dalam reaksi dan mengalami perubahan fisik selama reaksi, enzim akan kembali kepada keadaan semula bila reaksi telah selesai.

2. Sifat Sifat Enzim
Enzim mempunyai sifat sifat sebagai berikut.
  1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
  2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60º C, karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.
  3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.
  4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.
  5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase,maltase.
  6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. lipase Lemak + H2O ———————————> Asam lemak + Gliserol.
  7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.
  8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.
3. Struktur Enzim
Terdapat 4 macam struktur enzim yaitu struktur primer, sekunder, tersier dan struktur kuartener.

  1. Struktur primer adalah rangkaian asam amino pada rantai polipeptida yang menyusun enzim
  2. Struktur sekunder terbentuk dari ikatan kimia yang lemah seperti pada ikatan hidrogen yang terbentuk di antara atom atom di sepanjang tulang punggung (backbone) rantai polipeptida. Struktur sekunder enzim merupakan interaksi lokal yang menghasilkan pola tiga dimensi berulang. Contoh struktur enzim sekunder adalah alfa heliks dan lembaran berlipat-beta.
  3. Struktur tersier melibatkan interaksi jarah jauh di antara rantai sisi asam amino. Struktur enzim tersier membentuk globular protein yang sangat akurat.
  4. Struktur kuartener enzim berhubungan dengan interaksi antara dua atau lebih subunit polipeptida yang berbeda pada sebuah protein fungsional.
4. Macam Macam Enzim

5. Cara Kerja Enzim

6. Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim. Secara garis besar terdapat 3 faktor utama yang dapat mempengaruhi kerja enzim, yaitu substansi non protein, kondisi lingkungan optimal, dan inhibitor.
  1. Substansi Protein dalam Enzim
    Dalam banyak reaksi yang menggunakan enzim, diperlukan adanya substansi nonprotein untuk melakukan aktivitas enzim yang seharusnya. Substansi nonprotein ini memulai reaksi melalui ikatan molekul enzim dengan cara yang spesifik. Secara khusus terdapat 5 bagian enzim yaitu (1) koenzim yang merupakan subtansi organik seperti vitamin, koenzim A, heme, dan biotin) (2) kofaktor yaitu substansi anorganik seperti atom logam seng, besi, tembaga. (3) Kelompok prostetik yaitu tempat kofaktor enzim dapat berikatan dengan efektif yang merupakan bagian protein enzim. (4) Holoenzim adalah bagian protein dan nonprotein enzim yang hadir bersamaan. (5) apoenzim merupakan bagian protein enzim.
    struktur non protein enzim
    struktur non protein enzim
  2. Kondisi Lingkungan Optimal
    Setiap enzim memiliki kondisi lingkungan yang optimal yang akan mengoptimalkan konformasi enzim yang aktif. Hingga saat ini diketahui dua poin yang dibutuhkan dalam kondisi lingkungan optimal yaitu pengaturan suhu dan pengaturan pH.
    Suhu memiliki dua pengaruh utama yaitu pengaruh terhadap reaksi serta terjadinya denaturasi. Pengaruh terhadap reaksi yaitu untuk enzim pada umumnya semakin adanya peningkatan pada suhu maka akan terjadi peningkatan kecepatan reaksi, molekul bergerak lebih cepat dikarenakan kenaikan suhu sehingga akan banyak berinteraksi. Penurunan suhu tentunya akan berakibat sebaliknya. Ketika suhu mencapai serta melampaui batas tertentu, maka akan terjadi denaturasi. Definisi denaturasi adalah perubahan permanen yang menginaktivasi enzim. Saat terjadi denaturasi, ikatan kimia terputus dan enzim kehilangan bentuk spesifiknya. pH atau ukuran kadar ion OH atau H pada lingkungan. Apabila pH lingkungan terlalu asam atau basa dapat menyebabkan denaturasi enzim. Umumnya, pH optimun enzim adalah dalam pH netral (pH 7). Hal menarik dari enzim pencernaan adalah bekerja optimum pada pH 2.
    pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
    pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
  3. Inhibitor
    Pengertian inhibitor adalah molekul yang berikatan secara selektif pada enzim dan menghambat aktivitas enzim. Enzim dapat berikatan dengan inhibitor secara reversibel ataupun ireversibel. Ada dua macam inhibitor yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.
    Inhibitor kompetitif memiliki bentuk seperti substrat normal dan bersaing dengan substrat normal tersebut untuk berikatan dengan situs aktif enzim. Oleh karena itu, pengikatan inhibitor memblokade situs aktif terhadap substrat. Apabila inhibitor bersifat reversibel dapat diatasi dengan menambahkan konsentrasi substrat.
    Inhibitor kompetitif mengikat bagian enzim yang lain selain situs aktif (active site). Pengikatan inhibitor ini dapat mengubah bentuk situs aktif enzim sehingga tidak dapat mengikat substrat.
inhibitor enzim
inhibitor enzim

Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung

Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung


Judul     : Pertumbuhan pada Tumbuhan Kacang Hijau dan Jagung.

Tujuan  : Ingin mengetahui faktor eksternal ( cahaya ) yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan kacang hijau dan jagung.

Waktu dan tempat: 10 Agustus 2015 – 16 Agustus 2015 di SMAN 1 Padalarang

Landasan Teori:
        Pertumbuhan adalah proses kenaikan massa dan volume yang irreversibel (tidak kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut. Selama pertumbuhan terjadi pertambahan jumlah dan ukuran sel.  Pertumbuhan dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan.
Pertumbuhan pada tumbuhan terutama terjadi pada jaringan meristem (ujung akar, ujung batang, dan ujung kuncup). Tumbuhan monokotil tumbuh dengan cara penebalan karena tidak mempunyai kambium, sedangkan tumbuhan dikotil pertumbuhan terjadi karena adanya aktivitas kambium. Kambium memegang peranan penting untuk pertumbuhan diameter batang. Kambium tumbuh ke dalam membentuk xilem (kayu), ke arah luar membentuk floem.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan terjadi pembelahan sel, pemanjangan sel dan diferensiasi sel. Pertumbuhan dan perkembangan dapat diringkas :
Sel-sel membelah → sel-sel memanjang  →  sel-sel berdiferensiasi hingga tampak perbedaan struktur dan fungsi masing-masing organ.
Tahapan-tahapan pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai berikut:

1. Perkecambahan
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Para ahli fisiologis benih menyatakan bahwa perkecambahan adalah munculnya radikel menembus kulit benih.
Para agronomis menyatakan bahwa perkecambahan adalah muncul dan berkembangnya struktur penting embrio dari dalam benih dan menunjukkan kemampuannya untuk menghasilkan kecambah normal pada kondisi lingkungan yang optimum. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.
Perkecambahan dibagi dua yaitu Perkecambahan epigeal dan hipogeal. Perkecambahan epigeal ditunjukkan oleh benih dari golongan kacang-kacangan dan pinus, sedangkan perkecambahan hipogeal ditunjukkan oleh benih dari golongan koro-koroan, dan rerumputan.

a. Perkecambahan epigeal
Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk.
Contoh: perkecambahan kacang hijau.
Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung
perkecambahan epigeal
b. Perkecambahan hipogeal
Epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh: perkecambahan Jagung (Zea mays).
Laporan Pertumbuhan pada Tanaman Kacang Hijau dan Jagung
perkecambahan hipogeal

Rangkaian peristiwa selama proses perkecambahan berlangsung, yaitu:
1)      Imbibisi
2)      Aktivasi Enzim
3)      Perombakan simpanan cadangan
4)      Inisiasi pertumbuhan embrio
5)      Pemunculan radikel
6)      Pemantapan kecambah
Pemacu kimiawi perkecambahan benih adalah :
1)      Giberelin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
2)      Sitokinin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
3)      Etilen (C4H4): Turut mengatur penglepasan auksin pada perkecambahan benih.
4)      H2O2: Menstimulir respirasi yang mempercepat perombakan cadangan makanan.
5)      Auksin: dalam konsentrasi rendah bekerjasama dengan cahaya mempercepat perkecambahan.
6)      KNO3: bekerjasama dengan cahaya dan suhu memacu proses perkecambahan benih
7)      Thiourea Membantu pembentukan pemacu perkecambahan, seperti giberelin.
2. Pertumbuhan Primer
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
3. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan kambium yang bersifat meristematik kembali.

Rumusan Masalah
·         Apakah ada perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan jagung?
·         Apa perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan biji jagung yang disimpan di tempat yang terkena sinar matahari dengan yang tidak terkena sinar matahari?
·         Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan  dan pertumbuhan biji kacang hijau dan biji jagung?

Hipotesa
·         Pertumbuhan jagung lebih lama daripada pertumbuhan kacang hijau.
·         Pertumbuhan pada bagian tumbuhan yang mendapatkan sinar matahari akan berlangsung secara lambat, dan untuk bagian tumbuhan yang tidak mendapatkan sinar matahari akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Namun memiliki tekstur batang yang lemah dan warna daunnya cenderung pucat kekuningan.
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan antara lain :
-Faktor eksternal             : Cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, air, oksigen.
-Faktor internal                 : Gen, dan hormon tumbuhan.

Variabel Pengamatan
·         Variabel bebas  : Intensitas cahaya matahari ( pada tempat terang dan gelap ).
·         Variabel terikat : Pertumbuhan tanaman kacang hijau dan biji jagung disertai perubahan ukurannya.
o   Perpanjangan batang
o   Pertumbuhan dan perkembangan organ
o   Permunculan biji
·         Variabel kontrol: Gelas cup, air, suhu, kelembapan, kualitas, dan jumlah biji kacang hijau dan biji jagung

Alat dan Bahan
·         Alat        : 4 Cup plastik, penggaris, label, solasi.
·         Bahan   : 6 Biji kacang hijau, 6 biji jagung, kapas ( 8 lapis ), air ( 200 ml ), kertas karbon 2 lembar.

Langkah Kerja
  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Mengukur panjang dan lebar biji kacang hijau dan biji jagung mula-mula.
  3. Merendam biji kacang hijau dan biji jagung selama ½ jam didalam air.
  4. Lapisi gelas cup dengan kertas carbon.
  5. Meletakkan kapas kedalam cup plastik yang dilapisi karbon dan tidak dilapisi karbon.
  6. Menambahkan air kedalam kapas tersebut sebanyak 2 sdm.
  7. Masukanlah biji kacang hijau dan biji jagung secara terpisah masing-masing kedalam cup plastik yang telah diberi tanda sebanyak 3 biji dalam 1 cup plastik.
  8. Simpanlah 2 gelas cup tanpa karbon ditempat yang terang dan 2 gelas cup yang dilapisi karbon serta diberi tutup di tempat yang gelap.
  9. Siram dengan air selama 6-7 hari berturut-turut.
  10. Amati perubahan dan ukuran pertumbuhan pada masing-masing biji selama 6-7 hari, tulis hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.


Materi Biologi Kelas XII

Materi Biologi Kelas XII

Pada artikel ini saya akan menuliskan semua materi kelas 12 dengan mata pelajaran Biologi. Materi ini saya ambil dan tulis secara rutin dengan sumber dari LKS dan juga catatan saya sendiri selama di sekolah.

Sumber LKS yang saya ambil adalah LKS Biologi berdasarkan Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh "Viva Pakarindo" yang ditujukan untuk SMA/MA dan SMK/MAK kelas XII/12 Semester 1. Saya memakai LKS ini karena memang LKS inilah yang dipakai oleh sekolah saya untuk memberikan atau latihan soal.

Berikut merupakan daftar yang akan saya pelajari di kelas XII SMA selama semester 1 ini. Bagi sobat yang ingin melihat materinya secara lebih rinci lagi, sobat tinggal klik saja materi yang sobat inginkan.

1. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

  1. Enzim.
  2. Katabolisme Karbohidrat.
  3. Anabolisme.

3. Materi Genetik

  1. DNA, RNA, Gen, dan Kromosom.
  2. Sintesis Protein.

4. Pembelahan Sel

  1. Macam-Macam Cara Pembelahan Sel.
  2. Gematogenesis.

5. Pola Pewarisan Sifat Pada Hukum Mendel

  1. Hukum Mendel.
  2. Penyimpangan Semua Hukum Mendel.

6. Pola-pola Hereditas, Tautan, dan Pindah Silang

  1. Tautan dan Pindah Silamg.
  2. Gagal Berpisah dan Gen Letal.

7. Hereditas Pada Manusia

  1. Jenis Kelamin dan Penyakit Menurun.
  2. Golongan Darah

Itulah mungkin beberapa materi yang akan saya tulis di blog ini, bagi sodara yang ingin request materi atau menanyakan sesuatu bisa langsung saja komentar dibawah pos. Dan bagi blogger yang ingin copas artikel di blog ini diharapkan untuk memberikan sumber dengan link aktif.